Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai PDRB ADHB Jasa Lainnya Triwulanan Kalimantan Selatan pada Kuartal II 2025 sebesar 966,7 Rp miliar, mengalami pertumbuhan sebesar 8,32% dibandingkan Kuartal I 2025. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata tiga kuartal terakhir (878,69 Rp miliar) dan sedikit di atas rata-rata lima kuartal terakhir (897,9 Rp miliar), menunjukkan performa sektor ini terus membaik secara konsisten. Selama periode 2010 hingga 2025, kenaikan pertumbuhan tertinggi terjadi pada Kuartal III 2023 sebesar 11,38%, sedangkan penurunan terendah terjadi pada Kuartal III 2021 turun 6,08%. Ranking Kalimantan Selatan di pulau Kalimantan tetap berada di posisi 2 pada Kuartal II 2025, sama seperti kuartal sebelumnya, sementara ranking se-Indonesia naik satu tingkat dari posisi 17 di Kuartal I 2025 ke posisi 16.
(Baca: Tenaga Kependidikan SD Swasta Perempuan Periode 2017-2024)
Dibandingkan dengan beberapa provinsi lain, Nilai PDRB ADHB Jasa Lainnya Kalimantan Selatan pada Kuartal II 2025 berada di posisi ke-4 di antara provinsi yang dibandingkan, di bawah Riau (1392,9 Rp miliar), Sumatera Selatan (1225,24 Rp miliar), dan Nusa Tenggara Barat (1065,95 Rp miliar), tetapi di atas Aceh (897,51 Rp miliar), Sulawesi Utara (844,34 Rp miliar), dan Jambi (832,91 Rp miliar). Pertumbuhan Kalimantan Selatan sebesar 8,32% lebih tinggi dari Riau (2,04%), Sumatera Selatan (2,08%), dan Sulawesi Utara (-6,1%), tetapi lebih rendah dari Nusa Tenggara Barat (9,46%) dan Jambi (11,98%). Ranking se-Indonesia Kalimantan Selatan di posisi 16 lebih baik dibandingkan Aceh (17), Sulawesi Utara (18), dan Jambi (19), tetapi masih di belakang Riau (13), Sumatera Selatan (14), dan Nusa Tenggara Barat (15).
Provinsi Riau
Provinsi Riau menempati posisi pertama di antara provinsi yang dibandingkan untuk Nilai PDRB ADHB Jasa Lainnya Triwulanan pada Kuartal II 2025 dengan nilai sebesar 1392,9 Rp miliar, dengan ranking se-Indonesia di posisi 13 dan ranking di pulau Sumatera di posisi 4. Pertumbuhan sektor ini sebesar 2,04% dibandingkan kuartal sebelumnya, yang lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan provinsi lain yang dibandingkan. Nilai ini sedikit lebih tinggi dibandingkan nilai dua kuartal sebelumnya (1268,39 Rp miliar), menunjukkan pertumbuhan yang stabil namun lambat. Dibandingkan Kalimantan Selatan, nilai Riau lebih tinggi sebesar 426,2 Rp miliar, tetapi pertumbuhannya jauh lebih rendah, menunjukkan bahwa sektor jasa lainnya di Riau masih berkembang dengan laju yang lebih lambat dibandingkan Kalimantan Selatan.
Provinsi Sumatera Selatan
Provinsi Sumatera Selatan berada di posisi kedua dengan Nilai PDRB ADHB Jasa Lainnya Triwulanan Kuartal II 2025 sebesar 1225,24 Rp miliar, ranking se-Indonesia 14 dan ranking di pulau Sumatera 5. Pertumbuhan sektor ini sebesar 2,08% dibandingkan kuartal sebelumnya, yang hampir sama dengan pertumbuhan Riau dan jauh lebih rendah dari Kalimantan Selatan. Nilai ini sedikit di atas nilai dua kuartal sebelumnya (1193,19 Rp miliar), menunjukkan peningkatan yang konsisten namun kecil. Dibandingkan Kalimantan Selatan, nilai Sumatera Selatan lebih tinggi sebesar 258,54 Rp miliar, tetapi pertumbuhannya lebih rendah, menunjukkan bahwa sektor jasa lainnya di Sumatera Selatan sedang berkembang dengan laju yang stabil namun tidak secepat Kalimantan Selatan.
Provinsi Nusa Tenggara Barat
(Baca: Harga Perak Naik Menuju Level US$72,055 /Troy Ons (Kamis, 26 Maret 2026))
Provinsi Nusa Tenggara Barat menempati posisi ketiga dengan Nilai PDRB ADHB Jasa Lainnya Triwulanan Kuartal II 2025 sebesar 1065,95 Rp miliar, ranking se-Indonesia 15 dan ranking di pulau Nusa Tenggara dan Bali 2. Pertumbuhan sektor ini sebesar 9,46% dibandingkan kuartal sebelumnya, yang lebih tinggi dari Kalimantan Selatan dan sebagian besar provinsi lain yang dibandingkan. Nilai ini jauh lebih tinggi dibandingkan nilai dua kuartal sebelumnya (1024,27 Rp miliar), menunjukkan peningkatan yang signifikan. Dibandingkan Kalimantan Selatan, nilai Nusa Tenggara Barat lebih tinggi sebesar 99,25 Rp miliar, dan pertumbuhannya juga lebih tinggi, menunjukkan bahwa sektor jasa lainnya di Nusa Tenggara Barat sedang berkembang dengan laju yang lebih cepat dibandingkan Kalimantan Selatan.
Provinsi Aceh
Provinsi Aceh berada di posisi kelima dengan Nilai PDRB ADHB Jasa Lainnya Triwulanan Kuartal II 2025 sebesar 897,51 Rp miliar, ranking se-Indonesia 17 dan ranking di pulau Sumatera 6. Pertumbuhan sektor ini sebesar 7,58% dibandingkan kuartal sebelumnya, yang lebih rendah dari Kalimantan Selatan dan Nusa Tenggara Barat tetapi lebih tinggi dari Riau dan Sumatera Selatan. Nilai ini sedikit lebih tinggi dibandingkan nilai dua kuartal sebelumnya (836,7 Rp miliar), menunjukkan peningkatan yang konsisten. Dibandingkan Kalimantan Selatan, nilai Aceh lebih rendah sebesar 69,19 Rp miliar, dan pertumbuhannya juga lebih rendah, menunjukkan bahwa sektor jasa lainnya di Aceh berkembang dengan laju yang lebih lambat dibandingkan Kalimantan Selatan.
Provinsi Sulawesi Utara
Provinsi Sulawesi Utara menempati posisi keenam dengan Nilai PDRB ADHB Jasa Lainnya Triwulanan Kuartal II 2025 sebesar 844,34 Rp miliar, ranking se-Indonesia 18 dan ranking di pulau Sulawesi 2. Pertumbuhan sektor ini turun 6,1% dibandingkan kuartal sebelumnya, yang merupakan pertumbuhan negatif di antara provinsi yang dibandingkan. Nilai ini jauh lebih rendah dibandingkan nilai dua kuartal sebelumnya (950,77 Rp miliar), menunjukkan penurunan yang signifikan. Dibandingkan Kalimantan Selatan, nilai Sulawesi Utara lebih rendah sebesar 122,36 Rp miliar, dan pertumbuhannya juga negatif, menunjukkan bahwa sektor jasa lainnya di Sulawesi Utara sedang mengalami penurunan sementara Kalimantan Selatan mengalami pertumbuhan yang positif.
Provinsi Jambi
Provinsi Jambi berada di posisi ketujuh dengan Nilai PDRB ADHB Jasa Lainnya Triwulanan Kuartal II 2025 sebesar 832,91 Rp miliar, ranking se-Indonesia 19 dan ranking di pulau Sumatera 7. Pertumbuhan sektor ini sebesar 11,98% dibandingkan kuartal sebelumnya, yang merupakan pertumbuhan tertinggi di antara provinsi yang dibandingkan. Nilai ini sedikit lebih tinggi dibandingkan nilai dua kuartal sebelumnya (830,51 Rp miliar), menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya meskipun nilai dua kuartal sebelumnya hampir sama. Dibandingkan Kalimantan Selatan, nilai Jambi lebih rendah sebesar 133,79 Rp miliar, tetapi pertumbuhannya jauh lebih tinggi, menunjukkan bahwa sektor jasa lainnya di Jambi sedang mengalami pertumbuhan yang cepat meskipun nilai absolutnya masih lebih rendah dari Kalimantan Selatan.