Virus Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) di dunia semakin menyebar dan telah mencapai 6,13 juta kasus pada Sabtu, 15 April 2023. Republik Afrika Tengah mencatatkan penambahan kasus Omicron tertinggi di dengan pertumbuhan mingguan mencapai 63,16 persen. Di negara ini, GISAID mencatat jumlah penambahan kasus Omicron sebanyak 62 jiwa. Secara harian kasus di wilayah ini naik 5,08 persen dibandingkan hari sebelumnya.
(Baca: Kematian karena Covid-19 di Amerika Seminggu 647 Jiwa, Tertinggi di Amerika Serikat)
Menyusul Mali dengan pertumbuhan kasus Omicron secara mingguan mencapai 11,97 persen. Jumlah penambahan kasus Omicron di negara ini dilaporkan 159 jiwa. Sedangkan untuk statistik harian jumlah penambahan kasus Omicron terlihat naik 10,42 persen dibanding hari sebelumnya yang tercatat sebanyak 144 jiwa.
Berikutnya, Republic of the Congo dengan penambahan kasus Omicron 196 kasus (naik 3,16%), Pakistan dengan penambahan kasus Omicron 2.981 kasus (naik 2,26%) dan penambahan kasus Omicron di India naik 1,56 persen menjadi 129,46 ribu kasus dibandingkan pekan sebelumnya
(Baca: Kematian karena Covid-19 di Eropa Seminggu 1.025 Jiwa, Tertinggi di Bosnia dan Herzegovina)
Sementara untuk penambahan kasus Omicron di Indonesia, hingga data hari ini tercatat ada 35.474 kasus atau naik 0,56 persen dibandingkan hari sebelumnya. Sejak pertama kali termonitor, Omicron di Indonesia terus bergerak naik.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau semua pihak untuk tetap waspada menghadapi lonjakan kasus Omicron di seluruh dunia tersebut. Masyarakat diimbau untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.