Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Poso, pada 2024 tercatat Rp12,74 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 3,78% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp11,71 juta .
Meskipun demikian menurut data historisnya, dibandingkan dengan masa setelah pandemi covid, pertumbuhan di wilayah ini terlihat tidak lebih baik karena mencatatkan pertumbuhan yang lebih rendah.
(Baca: Harga Bawang Putih Ukuran sedang di Pasar Modern Periode Januari 2025-2026)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 252,65 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp50.139 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 260.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Kabupaten Poso merupakan sektor andalan dan menyumbang kontribusi terbesar PDRB pada 2024 lalu dengan nilai mencapai Rp4,96 jutajuta. PDRB ini tumbuh 3,66% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp4,56 jutajuta.
Kemudian sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 3,7% menjadi Rp1,72 jutajuta, sektor konstruksi tumbuh 1,23% menjadi Rp1,39 jutajuta.
(Baca: Harga Bawang Putih Ukuran sedang di Kalimantan Barat Rp.79.900 per Kg (Jumat, 2 Januari 2026))
Sektor terakhir memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah jasa pendidikan dengan PDRB Rp800,89 ribujuta. Sektor ini tercatat tumbuh 2,45% dibandingkan capaian tahun sebelumnya dengan angka Rp724,28 ribujuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Poso pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Poso ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 37,7%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor konstruksi, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, dan sektor informasi dan komunikasi.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Lainnya,Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang,Sektor Jasa Perusahaan dan Sektor Pengadaan Listrik dan Gas.