Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah puskesmas pembantu di Provinsi Lampung sebanyak 883 unit pada tahun 2024. Data historis menunjukkan fluktuasi dalam jumlah puskesmas pembantu selama periode 2014-2024. Setelah mencatatkan 1011 unit pada tahun 2021, jumlah ini mengalami penurunan sebesar 128 unit pada tahun 2024, atau sekitar -12.66%. Kondisi ini berbeda dengan tren positif yang terlihat pada tahun 2021, di mana terjadi kenaikan signifikan sebesar 8.94%. Nilai tertinggi dalam lima tahun terakhir terjadi pada tahun 2021.
Rata-rata jumlah puskesmas pembantu di Lampung dalam tiga tahun terakhir (2019-2021) adalah 943 unit. Jika dibandingkan dengan jumlah pada tahun 2024, terlihat penurunan yang cukup signifikan. Namun, jika dibandingkan dengan rata-rata lima tahun terakhir (2018-2021), yaitu 942 unit, penurunan ini masih terasa. Secara peringkat di pulau Sumatera, Lampung berada di peringkat ke-5, sama seperti tahun 2019 dan 2020. Sedangkan secara nasional, Lampung berada di peringkat ke-11.
Kenaikan tertinggi jumlah puskesmas pembantu di Lampung dalam data historis terjadi pada tahun 2018 sebesar 11.61%. Namun, penurunan terendah terjadi pada tahun 2024 turun 12.66%. Fluktuasi ini menunjukkan dinamika dalam penyediaan fasilitas kesehatan di tingkat desa di Provinsi Lampung. Penurunan pada tahun 2024 menjadi anomali jika dibandingkan dengan tren positif sebelumnya.
Dibandingkan dengan provinsi lain di Sumatera, Lampung menempati posisi tengah dalam hal jumlah puskesmas pembantu. Provinsi Riau memiliki jumlah puskesmas pembantu yang lebih tinggi, yaitu 792 unit, dengan peringkat ke-3 di Sumatera. Sementara itu, Kalimantan Timur menempati ranking 14 secara nasional. Secara keseluruhan, distribusi puskesmas pembantu di Sumatera cukup bervariasi antar provinsi.
Meskipun terjadi penurunan pada tahun 2024, data menunjukkan bahwa penyediaan fasilitas kesehatan di tingkat desa, khususnya puskesmas pembantu, tetap menjadi perhatian di Provinsi Lampung. Fluktuasi yang terjadi mengindikasikan adanya tantangan dalam mempertahankan dan meningkatkan jumlah puskesmas pembantu di daerah tersebut.
Riau
Provinsi Riau menempati peringkat ke-3 di Pulau Sumatera dengan jumlah puskesmas pembantu sebanyak 792 unit pada tahun terakhir. Terjadi pertumbuhan tipis 0.64% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih nilai 5 unit. Nilai ini lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan tahunan dalam lima tahun terakhir. Namun, ranking secara nasional berada pada posisi ke-14, mengindikasikan perlunya peningkatan signifikan untuk bersaing dengan provinsi lain di Indonesia.
Sumatera Barat
Sumatera Barat menduduki peringkat ke-3 di Pulau Sumatera dengan 830 unit puskesmas pembantu. Terjadi penurunan turun 4.16% dari tahun sebelumnya, dengan selisih nilai -36 unit. Rata-rata pertumbuhan dalam lima tahun terakhir juga menunjukkan tren negatif. Ranking nasional Sumatera Barat berada pada posisi ke-13, menandakan bahwa provinsi ini perlu berupaya lebih keras dalam meningkatkan layanan kesehatan di tingkat desa.
Aceh
Dengan 842 unit, Aceh berada di peringkat ke-6 di Pulau Sumatera. Terjadi penurunan turun 0.82% dibandingkan tahun sebelumnya, atau selisih -7 unit. Pertumbuhan rata-rata dalam lima tahun terakhir juga negatif, menandakan perlambatan dalam pengembangan puskesmas pembantu. Peringkat nasional Aceh adalah ke-12, mengindikasikan bahwa provinsi ini perlu fokus pada peningkatan infrastruktur dan layanan kesehatan di tingkat desa.
Sumatera Selatan
Sumatera Selatan memiliki 857 unit puskesmas pembantu, menempatkannya di urutan ke-4 di Sumatera. Terjadi peningkatan sebesar 6.07% dari tahun sebelumnya, dengan selisih nilai 52 unit. Rata-rata pertumbuhan dalam lima tahun terakhir juga positif. Secara nasional, Sumatera Selatan berada di peringkat ke-10, menunjukkan kinerja yang cukup baik dalam penyediaan layanan kesehatan di tingkat desa.
Kalimantan Barat
Kalimantan Barat memiliki 909 unit puskesmas pembantu, menduduki peringkat ke-4 di Pulau Kalimantan. Terjadi peningkatan sebesar 2.92% dari tahun sebelumnya, dengan selisih nilai 27 unit. Rata-rata pertumbuhan dalam lima tahun terakhir juga positif. Peringkat nasional Kalimantan Barat adalah ke-9, menunjukkan bahwa provinsi ini memiliki kinerja yang baik dalam menyediakan layanan kesehatan dasar di tingkat desa.
Kalimantan Timur
Dengan 1024 unit, Kalimantan Timur menempati urutan ke-2 di Pulau Kalimantan. Terjadi pertumbuhan sebesar 1.09% dari tahun sebelumnya, atau selisih 11 unit. Rata-rata pertumbuhan dalam lima tahun terakhir juga positif. Ranking nasional Kalimantan Timur adalah ke-8, menunjukkan bahwa provinsi ini memiliki infrastruktur kesehatan yang cukup baik di tingkat desa.