Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah tempat tidur hotel nonberbintang di Provinsi Papua Barat pada tahun 2024 sebesar 1.679 unit, mengalami penurunan sebesar 298 unit atau 15,07% dibandingkan tahun sebelumnya (2023) yang tercatat 1.977 unit. Nilai ini juga lebih rendah dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024) sebesar 2.533 unit dan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) sebesar 3.151 unit. Perkembangan data selama periode 2006-2024 menunjukkan fluktuasi yang signifikan: pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2018 sebesar 61,59% dibandingkan tahun 2016, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada tahun 2023 sebesar 51,17% dibandingkan tahun 2022. Selama lima tahun terakhir (2020-2024), ranking Provinsi Papua Barat se-Indonesia selalu berada di posisi 31 hingga 34, dengan posisi terendah pada tahun 2023 dan 2024 di urutan 34. Ranking menurut pulau Papua tetap berada di posisi 2 selama periode yang diamati, di belakang Provinsi Papua.
(Baca: 10 Provinsi dengan Harga Gula Pasir Paling Mahal (Selasa, 24 Februari 2026))
Dibandingkan dengan provinsi lain dalam data perbandingan, jumlah tempat tidur hotel nonberbintang di Papua Barat pada tahun 2024 merupakan nilai terendah di antara ketiganya. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki nilai tertinggi sebesar 3.503 unit dengan pertumbuhan 14,44% dibandingkan tahun sebelumnya, menduduki peringkat 31 se-Indonesia dan peringkat 10 di pulau Sumatera. Berikutnya adalah Provinsi Gorontalo dengan nilai 3.286 unit dan pertumbuhan 21,43%, berada di peringkat 32 se-Indonesia dan peringkat 6 di pulau Sulawesi. Provinsi Papua sendiri memiliki nilai 3.198 unit dengan pertumbuhan 1,27%, menduduki peringkat 33 se-Indonesia dan peringkat 1 di pulau Papua.
Kepulauan Bangka Belitung
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menduduki peringkat 31 se-Indonesia dan peringkat 10 di pulau Sumatera untuk jumlah tempat tidur hotel nonberbintang pada tahun 2024, dengan nilai sebesar 3.503 unit. Nilai ini menunjukkan kenaikan sebesar 442 unit atau 14,44% dibandingkan tahun sebelumnya (2023) yang tercatat 3.061 unit. Rata-rata nilai selama tiga tahun terakhir (2022-2024) sebesar 3.250 unit, sedangkan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) sebesar 3.300 unit. Pertumbuhan tahunan di provinsi ini relatif stabil dibandingkan dengan daerah lain, dengan peningkatan yang konsisten tanpa penurunan signifikan dalam periode terbaru. Posisi ranking se-Indonesia tetap berada di kisaran 31-32 selama lima tahun terakhir, menunjukkan bahwa perkembangan tempat tidur hotel nonberbintang di sini tidak mengalami perubahan besar dalam skala nasional. Dibandingkan dengan provinsi lain di pulau Sumatera, Kepulauan Bangka Belitung masih berada di peringkat menengah, menunjukkan bahwa potensi pengembangan akomodasi nonberbintang di provinsi ini masih dapat ditingkatkan untuk menaikan posisinya di tingkat pulau maupun nasional.
Gorontalo
Provinsi Gorontalo berada di peringkat 32 se-Indonesia dan peringkat 6 di pulau Sulawesi untuk jumlah tempat tidur hotel nonberbintang pada tahun 2024, dengan nilai sebesar 3.286 unit. Nilai ini meningkat sebesar 580 unit atau 21,43% dibandingkan tahun sebelumnya (2023) yang tercatat 2.706 unit. Rata-rata nilai selama tiga tahun terakhir (2022-2024) sebesar 3.093 unit, sedangkan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) sebesar 3.050 unit. Pertumbuhan tahunan di provinsi ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan pada tahun 2024, menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi di antara provinsi dalam data perbandingan. Ranking se-Indonesia Gorontalo tetap berada di posisi 32 selama dua tahun terakhir, dan peringkat di pulau Sulawesi tetap di posisi 6, menunjukkan bahwa perkembangan akomodasi nonberbintang di sini konsisten tanpa perubahan besar dalam peringkat. Dibandingkan dengan provinsi lain di pulau Sulawesi, Gorontalo berada di peringkat menengah atas, menunjukkan bahwa provinsi ini memiliki potensi yang baik dalam pengembangan industri pariwisata akomodasi nonberbintang.
(Baca: Nilai PDRB ADHB Informasi dan Komunikasi di Gorontalo | 2025)
Papua
Provinsi Papua menduduki peringkat 33 se-Indonesia dan peringkat 1 di pulau Papua untuk jumlah tempat tidur hotel nonberbintang pada tahun 2024, dengan nilai sebesar 3.198 unit. Nilai ini sedikit meningkat sebesar 40 unit atau 1,27% dibandingkan tahun sebelumnya (2023) yang tercatat 3.158 unit. Rata-rata nilai selama tiga tahun terakhir (2022-2024) sebesar 3.188 unit, sedangkan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) sebesar 3.600 unit. Pertumbuhan tahunan di provinsi ini relatif rendah dibandingkan dengan provinsi lain dalam data perbandingan, dengan peningkatan yang sedikit pada tahun 2024. Ranking se-Indonesia Papua tetap berada di posisi 33 selama dua tahun terakhir, dan peringkat di pulau Papua tetap di posisi 1 selama periode yang diamati, menunjukkan bahwa provinsi ini menjadi pemimpin dalam jumlah tempat tidur hotel nonberbintang di pulau Papua. Dibandingkan dengan provinsi lain di pulau Papua, Papua memiliki nilai yang jauh lebih tinggi daripada Papua Barat, menunjukkan bahwa pengembangan akomodasi nonberbintang di provinsi ini lebih maju dan terintegrasi dengan industri pariwisata lokal.
Perbandingan Pertumbuhan Antar Provinsi
Dari data perbandingan, pertumbuhan jumlah tempat tidur hotel nonberbintang pada tahun 2024 menunjukkan variasi yang cukup besar antar provinsi. Provinsi Gorontalo memiliki pertumbuhan tertinggi sebesar 21,43%, diikuti oleh Kepulauan Bangka Belitung dengan 14,44%, dan Papua dengan 1,27%. Sementara itu, Provinsi Papua Barat mengalami penurunan sebesar 15,07%. Perbedaan ini menunjukkan bahwa setiap provinsi memiliki dinamika pengembangan akomodasi nonberbintang yang berbeda, dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pertumbuhan pariwisata, infrastruktur transportasi, dan kebijakan pariwisata lokal. Ranking se-Indonesia untuk ketiga provinsi dalam data perbandingan berada di posisi 31 hingga 33, sedangkan Papua Barat berada di posisi 34, menunjukkan bahwa keempat provinsi ini masih berada di peringkat bawah dalam skala nasional untuk jumlah tempat tidur hotel nonberbintang.
Implikasi Perkembangan Akomodasi Nonberbintang
Perkembangan jumlah tempat tidur hotel nonberbintang di provinsi-provinsi ini memiliki implikasi yang signifikan bagi industri pariwisata lokal. Provinsi dengan pertumbuhan positif seperti Gorontalo dan Kepulauan Bangka Belitung menunjukkan bahwa permintaan akan akomodasi murah dan terjangkau terus meningkat, yang dapat menjadi indikator pertumbuhan pariwisata di daerah tersebut. Sebaliknya, penurunan di Papua Barat menunjukkan bahwa ada faktor yang menyebabkan penurunan permintaan atau pengurangan jumlah akomodasi nonberbintang, seperti penurunan kunjungan wisata akibat kondisi ekonomi atau perubahan kebijakan pariwisata. Ranking yang rendah se-Indonesia menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk pengembangan akomodasi nonberbintang di provinsi-provinsi ini, terutama dengan fokus pada peningkatan kualitas layanan, aksesibilitas lokasi, dan promosi destinasi wisata lokal untuk menarik lebih banyak wisatawan domestik dan mancanegara.