Statistik data Covid-19 di Asia minggu ini masih menggambarkan situasi yang belum baik dibandingkan minggu sebelumnya karena jumlah kematian yang masih terus bertambah. Pekan ini, empat negara masih mencatatkan penambahan kematian dan dua negara lainnya mencatatkan kematian namun dengan jumlah yang lebih kecil.
(Baca: Kurs Rupiah Menguat 0,2% atau 24 Poin terhadap Dolar AS (Kamis, 11 Mei 2023))
Secara persentase, lima negara teratas dengan penambahan kematian tertinggi yakni Hong Kong, Libanon, Korea Selatan, Indonesia dan India. Total kematian di lima negara tersebut per Kamis, 11 Mei 2023 sebanyak 420 jiwa dengan pertumbuhan mingguan di atas -27,5 persen.
Hong Kong berada di urutan pertama dengan penambahan kematian per minggu tumbuh 59,46 persen. Di negara ini, Worldmeter mencatat jumlah kematian sebanyak 59 jiwa naik 3,28 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Setelahnya Libanon di urutan kedua. Dibandingkan pekan sebelumnya, kematian di negara ini tumbuh 25 persen. Jumlah kematian di negara ini dilaporkan sebanyak lima jiwa sedang untuk pekan sebelumnya tercatat empat jiwa.
Masih diurutan lima tertinggi negara lainnya adalah Korea Selatan dengan kematian 66 jiwa (naik 17,86%), kematian di Indonesia naik 17,57% dan kematian di India turun 27,5%.
(Baca: Kurs Rupiah Melemah 0,3% atau 48 Poin terhadap Dolar AS (Selasa, 9 Mei 2023))
Sedangkan bila dilihat dari jumlah laporan kematian, angka kematian tujuh hari terakhir tertinggi di Asia terjadi di Indonesia dengan 174 kematian. Laporan kematian di negara ini naik 17,57% dibandingkan pekan lalu. Selanjutnya dari jumlah yang terbesar India dengan kematian 116 jiwa (turun 27,5%), Jepang dengan kematian 98 jiwa (turun 35,95%), kematian di Korea Selatan tercatat 66 jiwa naik 17,86% dan Hong Kong dengan kematian 59 jiwa (naik 59,46%).
Total kematian di Asia selama tujuh hari terakhir tercatat 518 jiwa. Angka ini mencakup 28,6 persen kematian secara global yang diakibatkan oleh virus Covid-19 dengan jumlah mencapai 1.811 jiwa. Angka kematian di Asia tercatat turun dibandingkan akumulasi tujuh hari sebelumnya dengan jumlah 558 jiwa.