Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data PDRB Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Provinsi Lampung periode 2010 sampai tahun 2025 mencapai nilai 523.846,54 Rp miliar. Sepanjang 16 tahun pencatatan, tren nilai PDRB ini menunjukkan kenaikan konsisten, hanya terjadi satu kali penurunan pada tahun 2020 turun 1,02 persen. Pada tahun 2025 terjadi pertumbuhan sebesar 8,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: Jumlah Perceraian Maluku Utara 57 Kasus Data per 2024)
Selama 3 tahun terakhir rata-rata pertumbuhan PDRB Lampung berada di angka 8,15 persen, sementara rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 8,23 persen. Angka pertumbuhan tahun 2025 sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata 3 tahun terakhir, namun sedikit lebih rendah dibanding rata-rata 5 tahun periode. Kenaikan tertinggi sepanjang sejarah terjadi pada tahun 2014 dengan pertumbuhan 12,91 persen, sementara penurunan satu-satunya hanya tercatat pada tahun 2020.
Sepanjang periode pencatatan, peringkat PDRB Lapangan Usaha Lampung di wilayah Pulau Sumatera secara konsisten menempati urutan ke-4, sedangkan secara nasional tetap berada di peringkat 11 tanpa perubahan posisi selama 16 tahun berturut-turut. Total peningkatan nilai PDRB dari tahun 2010 sampai 2025 mencapai 247,93 persen, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk sebesar 8,67 persen setiap tahunnya.
Sumatera Selatan
Sumatera Selatan menempati urutan ke 3 di Pulau Sumatera dan peringkat 10 nasional untuk nilai PDRB Lapangan Usaha tahun 2025, dengan nilai akhir mencapai 720.205,22 Rp miliar. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 8,47 persen pada tahun terakhir, memiliki selisih peningkatan nilai sebesar 56.243,5 Rp miliar dibanding tahun sebelumnya. Angka pertumbuhan Sumatera Selatan ini tercatat lebih tinggi dibandingkan capaian Lampung pada periode yang sama.
Kepulauan Riau
Kepulauan Riau menempati posisi peringkat ke 5 di wilayah Pulau Sumatera dan peringkat 13 secara nasional. Nilai PDRB Lapangan Usaha wilayah ini pada tahun 2025 tercatat sebesar 381.729,88 Rp miliar, dengan pertumbuhan tahunan 8,31 persen. Peningkatan nilai yang dicapai sebesar 29.293,45 Rp miliar dibandingkan tahun sebelumnya, menempatkannya tepat satu peringkat di bawah Lampung secara nasional.
Sumatera Barat
Sumatera Barat berada di urutan ke 6 Pulau Sumatera dan peringkat 14 secara nasional. Nilai PDRB Lapangan Usaha wilayah ini mencapai 352.189,4 Rp miliar pada tahun 2025, mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,72 persen. Peningkatan nilai tahunan tercatat sebesar 19.043,56 Rp miliar, menjadikan wilayah ini memiliki pertumbuhan terendah diantara seluruh provinsi Sumatera yang tercatat dalam data perbandingan tahun 2025.
Kalimantan Timur
Kalimantan Timur menempati peringkat pertama di wilayahnya dan peringkat 8 nasional secara keseluruhan dengan nilai PDRB mencapai 889.072,55 Rp miliar pada tahun 2025. Meskipun memiliki nilai PDRB terbesar diantara seluruh wilayah yang dibandingkan, wilayah ini hanya mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,6 persen, menjadi angka pertumbuhan terendah dari seluruh daftar provinsi pada periode yang sama.
Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan menempati peringkat pertama wilayah Sulawesi dan peringkat 9 nasional, dengan nilai PDRB Lapangan Usaha tercatat sebesar 753.077,16 Rp miliar. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,16 persen pada tahun terakhir, dengan peningkatan nilai absolut sebesar 56.824,4 Rp miliar dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi salah satu wilayah dengan peningkatan nilai terbesar pada periode 2025.
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah berada di urutan ke 2 wilayah Sulawesi dan peringkat 12 nasional. Nilai PDRB wilayah ini tercatat 415.477,22 Rp miliar pada tahun 2025, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 10,22 persen. Angka pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi diantara seluruh provinsi yang tercatat dalam data perbandingan, dengan peningkatan nilai absolut sebesar 38.526,9 Rp miliar dibandingkan tahun sebelumnya.Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data PDRB Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Provinsi Lampung periode 2010 sampai tahun 2025 mencapai nilai 523.846,54 Rp miliar. Sepanjang 16 tahun pencatatan, tren nilai PDRB ini menunjukkan kenaikan konsisten, hanya terjadi satu kali penurunan pada tahun 2020 turun 1,02 persen. Pada tahun 2025 terjadi pertumbuhan sebesar 8,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: Jumlah Perceraian Papua 29 Kasus Data per 2024)
Selama 3 tahun terakhir rata-rata pertumbuhan PDRB Lampung berada di angka 8,15 persen, sementara rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 8,23 persen. Angka pertumbuhan tahun 2025 sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata 3 tahun terakhir, namun sedikit lebih rendah dibanding rata-rata 5 tahun periode. Kenaikan tertinggi sepanjang sejarah terjadi pada tahun 2014 dengan pertumbuhan 12,91 persen, sementara penurunan satu-satunya hanya tercatat pada tahun 2020.
Sepanjang periode pencatatan, peringkat PDRB Lapangan Usaha Lampung di wilayah Pulau Sumatera secara konsisten menempati urutan ke-4, sedangkan secara nasional tetap berada di peringkat 11 tanpa perubahan posisi selama 16 tahun berturut-turut. Total peningkatan nilai PDRB dari tahun 2010 sampai 2025 mencapai 247,93 persen, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk sebesar 8,67 persen setiap tahunnya.
Sumatera Selatan
Sumatera Selatan menempati urutan ke 3 di Pulau Sumatera dan peringkat 10 nasional untuk nilai PDRB Lapangan Usaha tahun 2025, dengan nilai akhir mencapai 720.205,22 Rp miliar. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 8,47 persen pada tahun terakhir, memiliki selisih peningkatan nilai sebesar 56.243,5 Rp miliar dibanding tahun sebelumnya. Angka pertumbuhan Sumatera Selatan ini tercatat lebih tinggi dibandingkan capaian Lampung pada periode yang sama.
Kepulauan Riau
Kepulauan Riau menempati posisi peringkat ke 5 di wilayah Pulau Sumatera dan peringkat 13 secara nasional. Nilai PDRB Lapangan Usaha wilayah ini pada tahun 2025 tercatat sebesar 381.729,88 Rp miliar, dengan pertumbuhan tahunan 8,31 persen. Peningkatan nilai yang dicapai sebesar 29.293,45 Rp miliar dibandingkan tahun sebelumnya, menempatkannya tepat satu peringkat di bawah Lampung secara nasional.
Sumatera Barat
Sumatera Barat berada di urutan ke 6 Pulau Sumatera dan peringkat 14 secara nasional. Nilai PDRB Lapangan Usaha wilayah ini mencapai 352.189,4 Rp miliar pada tahun 2025, mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,72 persen. Peningkatan nilai tahunan tercatat sebesar 19.043,56 Rp miliar, menjadikan wilayah ini memiliki pertumbuhan terendah diantara seluruh provinsi Sumatera yang tercatat dalam data perbandingan tahun 2025.
Kalimantan Timur
Kalimantan Timur menempati peringkat pertama di wilayahnya dan peringkat 8 nasional secara keseluruhan dengan nilai PDRB mencapai 889.072,55 Rp miliar pada tahun 2025. Meskipun memiliki nilai PDRB terbesar diantara seluruh wilayah yang dibandingkan, wilayah ini hanya mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,6 persen, menjadi angka pertumbuhan terendah dari seluruh daftar provinsi pada periode yang sama.
Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan menempati peringkat pertama wilayah Sulawesi dan peringkat 9 nasional, dengan nilai PDRB Lapangan Usaha tercatat sebesar 753.077,16 Rp miliar. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,16 persen pada tahun terakhir, dengan peningkatan nilai absolut sebesar 56.824,4 Rp miliar dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi salah satu wilayah dengan peningkatan nilai terbesar pada periode 2025.
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah berada di urutan ke 2 wilayah Sulawesi dan peringkat 12 nasional. Nilai PDRB wilayah ini tercatat 415.477,22 Rp miliar pada tahun 2025, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 10,22 persen. Angka pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi diantara seluruh provinsi yang tercatat dalam data perbandingan, dengan peningkatan nilai absolut sebesar 38.526,9 Rp miliar dibandingkan tahun sebelumnya.