Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah angkatan kerja Provinsi Banten pada semester kedua tahun 2025 (Agustus 2025) sebesar 6.168.282 jiwa. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 45.677 jiwa atau -0,74% dibandingkan semester sebelumnya (Februari 2025). Perkembangan ini menjadi kontra dengan tren pertumbuhan positif yang terjadi pada semester sebelumnya, yang mencapai 0,02% dari periode Februari 2024 ke Februari 2025.
Jika dibandingkan rata-rata tiga semester terakhir (Februari 2025, Agustus 2024, Februari 2024) yang mencapai sekitar 6.076.357 jiwa, nilai semester kedua 2025 sedikit lebih tinggi meskipun mengalami penurunan dari periode sebelumnya. Sedangkan dibandingkan rata-rata lima semester terakhir yang sekitar 6.120.452 jiwa, nilai terbaru juga berada di atas rata-rata namun dengan pertumbuhan negatif. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun jumlah angkatan kerja Banten masih di atas rata-rata beberapa periode sebelumnya, namun terjadi penurunan dalam periode terbaru.
(Baca: Nilai Ujian Tes Terstandar Masuk ke SMA NEGERI 15 DEPOK 2025)
Selama periode 2001 hingga 2025, jumlah angkatan kerja Banten mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Februari 2011 sebesar 19,51% dibandingkan semester sebelumnya, yang merupakan lonjakan yang jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan rata-rata selama periode tersebut. Sedangkan pertumbuhan terendah (negatif terbesar) terjadi pada Februari 2016 turun 6,36%, yang menunjukkan penurunan yang cukup drastis pada saat itu.
Ranking Banten dalam jumlah angkatan kerja di Pulau Jawa pada semester kedua 2025 berada di posisi ke-4, dan peringkat se-Indonesia di posisi ke-5. Peringkat ini tidak mengalami perubahan dari semester sebelumnya, menunjukkan bahwa posisi Banten dalam jumlah angkatan kerja relatif stabil dibandingkan provinsi lain di Pulau Jawa dan seluruh Indonesia.
Dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Jawa dan Sumatera Utara, Banten berada di posisi terakhir di antara lima provinsi yang dibandingkan. Provinsi dengan jumlah angkatan kerja tertinggi adalah Jawa Barat dengan 26.286.474 jiwa, diikuti oleh Jawa Timur (24.761.734 jiwa), Jawa Tengah (22.336.198 jiwa), dan Sumatera Utara (8.424.525 jiwa), sebelum Banten.
Jawa Barat
Provinsi Jawa Barat menempati peringkat pertama se-Indonesia dalam jumlah angkatan kerja pada semester kedua 2025, dengan nilai sebesar 26.286.474 jiwa. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 515.323 jiwa atau -1,92% dibandingkan semester sebelumnya. Jika dibandingkan rata-rata tiga semester terakhir, nilai terbaru Jawa Barat sedikit di bawah rata-rata, namun tetap menjadi provinsi dengan jumlah angkatan kerja tertinggi di Indonesia. Ranking Jawa Barat di Pulau Jawa juga tetap pada posisi pertama, jauh melebihi provinsi lain di pulau yang sama seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah. Pertumbuhan negatif yang terjadi pada semester kedua 2025 menjadi perubahan dari tren pertumbuhan positif yang terjadi pada beberapa periode sebelumnya, namun posisi Jawa Barat sebagai pemimpin jumlah angkatan kerja masih tidak tergoyahkan. Selisih jumlah angkatan kerja Jawa Barat dengan provinsi kedua (Jawa Timur) mencapai sekitar 1,5 juta jiwa, yang menunjukkan dominasi yang kuat dalam hal jumlah angkatan kerja di Pulau Jawa dan seluruh Indonesia.
Jawa Timur
Jawa Timur berada pada peringkat kedua se-Indonesia dan kedua di Pulau Jawa dalam jumlah angkatan kerja pada semester kedua 2025, dengan nilai sebesar 24.761.734 jiwa. Angka ini hanya mengalami peningkatan sedikit sebesar 2.539 jiwa atau 0,01% dibandingkan semester sebelumnya, menunjukkan perkembangan yang sangat stabil. Dibandingkan rata-rata lima semester terakhir, nilai terbaru Jawa Timur berada di atas rata-rata, menunjukkan bahwa jumlah angkatan kerja provinsi ini terus bertambah secara perlahan. Meskipun pertumbuhannya sangat kecil pada semester kedua 2025, posisi Jawa Timur tetap berada di bawah Jawa Barat namun jauh di atas Jawa Tengah, dengan selisih jumlah angkatan kerja sekitar 2,4 juta jiwa dibandingkan Jawa Tengah. Ranking Jawa Timur di Pulau juga tidak mengalami perubahan dari semester sebelumnya, menunjukkan stabilitas posisi provinsi ini dalam jumlah angkatan kerja.
(Baca: Jumlah Penduduk Umur 0-4 Tahun Periode 2018-2024)
Jawa Tengah
Jawa Tengah menempati peringkat ketiga se-Indonesia dan ketiga di Pulau Jawa dalam jumlah angkatan kerja pada semester kedua 2025, dengan nilai sebesar 22.336.198 jiwa. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 464.988 jiwa atau 2,13% dibandingkan semester sebelumnya, yang merupakan pertumbuhan positif yang cukup signifikan. Dibandingkan rata-rata tiga semester terakhir, nilai terbaru Jawa Tengah berada di atas rata-rata, menunjukkan bahwa provinsi ini mengalami pertumbuhan yang konsisten. Selisih jumlah angkatan kerja antara Jawa Tengah dengan Jawa Timur sekitar 2,4 juta jiwa, dan dengan Jawa Barat sekitar 3,9 juta jiwa, menunjukkan perbedaan yang cukup besar dengan provinsi teratas di Pulau Jawa. Ranking Jawa Tengah di Pulau Jawa dan se-Indonesia juga tetap stabil pada posisi ketiga, tanpa perubahan dari semester sebelumnya.
Sumatera Utara
Sumatera Utara berada pada peringkat keempat se-Indonesia dan pertama di Pulau Sumatera dalam jumlah angkatan kerja pada semester kedua 2025, dengan nilai sebesar 8.424.525 jiwa. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 316.187 jiwa atau 3,9% dibandingkan semester sebelumnya, yang merupakan pertumbuhan tertinggi di antara lima provinsi yang dibandingkan. Dibandingkan rata-rata lima semester terakhir, nilai terbaru Sumatera Utara berada di atas rata-rata, menunjukkan bahwa provinsi ini mengalami pertumbuhan yang cukup cepat. Posisi Sumatera Utara sebagai provinsi dengan jumlah angkatan kerja tertinggi di Pulau Sumatera tetap stabil, dan peringkatnya se-Indonesia juga tidak mengalami perubahan dari semester sebelumnya. Selisih jumlah angkatan kerja Sumatera Utara dengan Banten sekitar 2,2 juta jiwa, menunjukkan bahwa Sumatera Utara masih memiliki jumlah angkatan kerja yang jauh lebih besar dibandingkan Banten.
Banten
Provinsi Banten berada pada peringkat kelima se-Indonesia dan keempat di Pulau Jawa dalam jumlah angkatan kerja pada semester kedua 2025, dengan nilai sebesar 6.168.282 jiwa. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 45.677 jiwa atau -0,74% dibandingkan semester sebelumnya. Dibandingkan rata-rata tiga semester terakhir, nilai terbaru Banten sedikit di atas rata-rata, namun pertumbuhannya negatif. Selisih jumlah angkatan kerja antara Banten dengan Sumatera Utara sekitar 2,2 juta jiwa, dan dengan Jawa Tengah sekitar 16 juta jiwa, menunjukkan perbedaan yang cukup besar dengan provinsi lain yang dibandingkan. Peringkat Banten di Pulau Jawa dan se-Indonesia tidak mengalami perubahan dari semester sebelumnya, menunjukkan stabilitas posisi provinsi ini dalam jumlah angkatan kerja. Meskipun mengalami penurunan pada semester kedua 2025, nilai terbaru Banten masih di atas rata-rata lima semester terakhir, menunjukkan bahwa provinsi ini masih memiliki jumlah angkatan kerja yang relatif konsisten dalam jangka panjang.