Kementerian LHK: Jumlah Hotspot di Indonesia Capai 414 Dalam 24 Jam Terakhir (Senin, 15 Juni 2026)

1
Irfan Fadhlurrahman 15/06/2026 11:39 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Hotspot Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 414 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini bertambah 97 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Senin (15/6/2026) pukul 11.39 WIB. Dari 414 titik panas terdeteksi, 7 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 396 titik skala sedang, dan 11 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: Puluhan RT di Jakarta Terdampak Banjir (5 Mei 2026))

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Nusa Tenggara Timur sebanyak 83 titik. Papua Selatan menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 48 titik. Jawa Timur berada di posisi ketiga sebanyak 31 titik panas.

Sebanyak 29 titik panas terdeteksi di Sulawesi Tengah, Sumatera Selatan menyusul dengan 28 titik panas, serta Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan masing-masing memiliki 27 dan 27 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Sebaran Titik Banjir Jakarta (13 Januari 2026 Pukul 08.00 WIB))

Data Pasar

Macro update by
15 June 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Nilai Tukar USDIDR 17.668 -0.82
Neraca perdagangan (Apr) 89,10 -97.32
Ekspor Migas (Apr) 1,16 -9.81
Impor Migas (Apr) 4,60 +45.09
Ekspor (Apr) 25,30 +12.32
Impor (Apr) 25,21 +31.28
Kunjungan Wisman (Apr) 1,25 +14.75
Inflasi yoy (Mei) 3,08% +0.66
Inflasi mom (Mei) 0,28% +0.15
Persentase kemiskinan (Des) 7,50% -0.75
NTP (Mei) 113,79 +1.34

Data Populer

Loading...