Polda Metro Jaya merilis data jumlah mobil penumpang untuk wilayah Sumatera Utara per tanggal 12 Mei 2026. Pada hari terakhir pencatatan, tercatat total 888.977 Unit mobil penumpang. Dibandingkan hari sebelumnya, terjadi kenaikan sebesar 196 Unit atau sebesar 0,02 persen. Selama 3 hari terakhir, rata-rata pertumbuhan harian mencapai 0,018 persen, lebih baik dibandingkan rata-rata 5 hari terakhir yang hanya mencatatkan 0,012 persen pertumbuhan harian.
(Baca: PDRB ADHB Sektor Perdagangan Mobil, Sepeda Motor dan Reparasinya Periode 2013-2024)
Sepanjang periode pencatatan historis sejak Mei 2023, kenaikan tertinggi jumlah mobil penumpang Sumatera Utara terjadi pada 11 Oktober 2025 dengan lonjakan 32.834 Unit dalam satu hari. Sementara penurunan terbesar tercatat pada 1 Januari 2025 dengan penurunan sebesar 2.364 Unit. Selama 5 hari terakhir, ranking Sumatera Utara di wilayah Pulau Sumatera tetap konsisten berada di peringkat 1, tidak ada perubahan peringkat dibandingkan hari sebelumnya.
Pada hari terakhir pencatatan, Sumatera Utara menduduki peringkat 5 secara nasional dari seluruh provinsi di Indonesia. Nilai total mobil penumpang Sumatera Utara masih berada di bawah empat provinsi lain yaitu Jawa Tengah, Jawa Barat, Jabodetabek dan Jawa Timur. Pertumbuhan harian Sumatera Utara sebesar 0,02 persen setara dengan pertumbuhan Jabodetabek, lebih tinggi dibanding Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah yang hanya mencatatkan pertumbuhan 0,01 persen.
Jawa Timur
Jawa Timur menduduki peringkat 1 secara nasional dengan total mobil penumpang 5.637.438 Unit pada hari terakhir. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan harian sebesar 0,01 persen dengan kenaikan 302 Unit dibanding hari sebelumnya. Rata-rata pertumbuhan 5 hari terakhir Jawa Timur berada di angka 0,009 persen, menjadikannya wilayah dengan jumlah armada mobil penumpang terbesar namun dengan laju pertumbuhan paling stabil dibanding seluruh wilayah lainnya dalam daftar perbandingan.
Jabodetabek
Jabodetabek berada di peringkat 2 nasional dengan total 4.084.988 Unit mobil penumpang. Wilayah ini mencatatkan kenaikan terbesar pada hari terakhir yaitu 692 Unit dengan pertumbuhan 0,02 persen. Pertumbuhan harian ini menjadi yang tertinggi dibanding empat wilayah lain yang dibandingkan. Meskipun kalah jumlah total dari Jawa Timur, laju penambahan mobil penumpang di wilayah Jabodetabek menunjukkan tren kenaikan yang lebih tinggi selama periode observasi terakhir.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Pulau Taliabu | 2015 - 2025)
Jawa Barat
Jawa Barat menduduki peringkat 3 secara nasional dengan total jumlah mobil penumpang 2.100.490 Unit. Wilayah ini mencatatkan kenaikan sebesar 260 Unit atau 0,01 persen dibanding hari sebelumnya. Rata-rata pertumbuhan 5 hari terakhir Jawa Barat tercatat 0,011 persen, menempatkannya sebagai wilayah dengan pertumbuhan stabil setelah Jabodetabek. Jumlah total mobil penumpang di wilayah ini hampir separuh dari total milik Jabodetabek.
Jawa Tengah
Jawa Tengah berada di peringkat 4 nasional dengan total 1.761.512 Unit mobil penumpang. Wilayah ini mencatatkan kenaikan 147 Unit atau 0,01 persen pada hari terakhir pencatatan. Rata-rata pertumbuhan 5 hari terakhir Jawa Tengah berada di angka 0,008 persen, menjadikannya wilayah dengan laju pertumbuhan terendah dibanding empat wilayah lain yang dibandingkan. Nilai total mobil penumpang Jawa Tengah sekitar 31 persen dari total nilai yang dimiliki Jawa Timur.
Sumatera Utara
Sumatera Utara menduduki peringkat 5 secara nasional dan peringkat 1 di wilayah Pulau Sumatera dengan total 888.977 Unit mobil penumpang. Wilayah ini mencatatkan kenaikan 196 Unit atau 0,02 persen pada hari terakhir, laju pertumbuhan yang sama dengan Jabodetabek. Selama 5 hari terakhir tidak ada perubahan peringkat baik di tingkat pulau maupun nasional. Jumlah total mobil penumpang Sumatera Utara sekitar 15,7 persen dari total nilai yang dimiliki Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah terbesar.
Selama seluruh periode pencatatan, data menunjukkan fluktuasi harian dimana dalam 83 persen hari observasi tercatat kenaikan jumlah mobil penumpang, sedangkan sisanya terjadi penurunan. Tidak ada periode penurunan berkelanjutan lebih dari 3 hari berturut-turut pada data historis. Pada 3 hari terakhir juga tidak ditemukan anomali nilai, semua perubahan harian masih berada pada rentang standar deviasi normal data historis 3 tahun terakhir.