Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Angka Partisipasi Murni (APM) SMA di Sumatera Barat pada tahun 2024 mencapai 72.5 persen, mengalami kenaikan sebesar 3.32 poin dibandingkan tahun 2023 (68.38 persen) dengan pertumbuhan 4.8 persen. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023) yang sebesar 68.85 persen dan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2023) sebesar 68.79 persen, menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan periode tersebut. Sejak tahun 2003 hingga 2024, APM SMA Sumatera Barat mengalami fluktuasi dengan kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2014, di mana nilai meningkat sebesar 5.32 poin dari tahun 2013 dengan pertumbuhan 9.55 persen, sementara penurunan terendah terjadi pada tahun 2006, di mana nilai turun sebesar 2.31 poin dari tahun 2005 dengan pertumbuhan negatif turun 4.33 persen.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Banten 2018 - 2024)
Pada tahun 2024, peringkat APM SMA Sumatera Barat di pulau Sumatera naik ke posisi kedua dari posisi ketiga pada tahun 2023, tertinggal hanya dari Kepulauan Riau. Secara nasional, provinsi ini menempati peringkat keempat, melompati dua posisi dari peringkat keenam pada tahun 2023. Dibandingkan provinsi lain dalam data perbandingan, DI Yogyakarta menempati peringkat pertama nasional dengan nilai 77.86 persen, diikuti Kepulauan Riau (77.54 persen), Bali (74.19 persen), Sumatera Barat (72.5 persen), dan Kalimantan Timur (72.37 persen). Pertumbuhan APM SMA Sumatera Barat pada tahun 2024 (4.8 persen) juga lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan provinsi lain dalam perbandingan, yang berkisar antara 1.95 persen hingga 4.63 persen.
DI Yogyakarta
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat DI Yogyakarta sebagai provinsi dengan Angka Partisipasi Murni (APM) SMA tertinggi se-Indonesia pada tahun 2024, dengan nilai mencapai 77.86 persen. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 1.49 poin dibandingkan tahun 2023 (76.37 persen) dengan pertumbuhan 1.95 persen. Rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2023) APM SMA DI Yogyakarta sebesar 75.43 persen, sehingga nilai 2024 menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan periode tersebut. Secara nasional, provinsi ini konsisten menempati peringkat pertama selama beberapa tahun terakhir, sementara di pulau Jawa, posisinya tidak tergantikan oleh provinsi lain dalam data perbandingan. Pertumbuhan APM SMA DI Yogyakarta relatif stabil dibandingkan provinsi lain, dengan kenaikan yang tidak terlalu besar namun tetap konsisten setiap tahun, yang membuatnya tetap memimpin peringkat nasional tanpa adanya tekanan dari provinsi lain yang bisa menggantikan posisinya.
Kep. Riau
Kepulauan Riau menempati peringkat kedua se-Indonesia untuk Angka Partisipasi Murni (APM) SMA pada tahun 2024 dengan nilai 77.54 persen, hanya sedikit tertinggal dari DI Yogyakarta. Nilai ini meningkat sebesar 3.43 poin dibandingkan tahun 2023 (74.11 persen) dengan pertumbuhan 4.63 persen, yang merupakan pertumbuhan tertinggi kedua setelah Sumatera Barat dalam data perbandingan. Di pulau Sumatera, Kepulauan Riau memimpin peringkat pertama, menjauhi posisi kedua yang dipegang oleh Sumatera Barat (72.5 persen). Rata-rata lima tahun terakhir (2020-2023) APM SMA Kepulauan Riau sebesar 73.68 persen, sehingga nilai 2024 menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan periode tersebut. Konsistensi pertumbuhan yang tinggi membuat provinsi ini tetap menjadi pemimpin di pulau Sumatera dan salah satu yang terbaik se-Indonesia, dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari DI Yogyakarta di peringkat nasional.
(Baca: Persentase Penyelesaian Tindak Pidana Periode 2013-2024)
Bali
Bali menempati peringkat ketiga se-Indonesia untuk Angka Partisipasi Murni (APM) SMA pada tahun 2024 dengan nilai 74.19 persen, mengalami penurunan sebesar 1.41 poin dibandingkan tahun 2023 (75.6 persen) dengan pertumbuhan negatif turun 1.87 persen. Di pulau Nusa Tenggara dan Bali, provinsi ini memimpin peringkat pertama, meskipun nilai tahun 2024 sedikit turun dari tahun sebelumnya. Rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2023) APM SMA Bali sebesar 74.86 persen, sehingga nilai 2024 berada di bawah rata-rata periode tersebut. Meskipun mengalami penurunan, Bali tetap berada di peringkat ketiga nasional, menjauhi posisi keempat yang dipegang oleh Sumatera Barat (72.5 persen) dan kelima oleh Kalimantan Timur (72.37 persen). Penurunan ini merupakan satu-satunya dalam data perbandingan tahun 2024, namun nilai APM SMA Bali masih tetap tinggi dibandingkan sebagian besar provinsi lain di Indonesia, sehingga posisinya di peringkat nasional tetap aman.
Sumatera Barat
Sumatera Barat menempati peringkat keempat se-Indonesia untuk Angka Partisipasi Murni (APM) SMA pada tahun 2024 dengan nilai 72.5 persen, mengalami kenaikan sebesar 3.32 poin dibandingkan tahun 2023 (68.38 persen) dengan pertumbuhan 4.8 persen, yang merupakan pertumbuhan tertinggi dalam data perbandingan. Di pulau Sumatera, provinsi ini menempati peringkat kedua, tertinggal dari Kepulauan Riau (77.54 persen) namun menjauhi provinsi lain di pulau tersebut. Rata-rata lima tahun terakhir (2020-2023) APM SMA Sumatera Barat sebesar 68.79 persen, sehingga nilai 2024 menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan periode tersebut. Peringkat nasional provinsi ini naik dari keenam pada tahun 2023 ke keempat pada tahun 2024, menunjukkan kemajuan yang cukup baik dalam meningkatkan partisipasi siswa di tingkat SMA, yang bisa dipertahankan atau ditingkatkan lebih lanjut di tahun-tahun mendatang.
Kalimantan Timur
Kalimantan Timur menempati peringkat kelima se-Indonesia untuk Angka Partisipasi Murni (APM) SMA pada tahun 2024 dengan nilai 72.37 persen, mengalami kenaikan sebesar 2.48 poin dibandingkan tahun 2023 (69.89 persen) dengan pertumbuhan 3.55 persen. Di pulau Kalimantan, provinsi ini memimpin peringkat pertama dalam data perbandingan, dengan nilai yang sedikit lebih rendah dibandingkan Sumatera Barat (72.5 persen) namun lebih tinggi dari rata-rata nasional. Rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2023) APM SMA Kalimantan Timur sebesar 69.49 persen, sehingga nilai 2024 menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan periode tersebut. Pertumbuhan yang konsisten membuat provinsi ini tetap berada di peringkat kelima nasional, dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari Sumatera Barat, menunjukkan potensi untuk meningkatkan peringkat di tahun-tahun mendatang jika pertumbuhan bisa dipertahankan atau ditingkatkan.