Jajak pendapat Litbang Kompas menunjukkan terdapat sejumlah hal yang dikhawatirkan masyarakat Indonesia terkait kegiatan mudik Lebaran pada 2026.
Hal paling utama adalah padatnya arus lalu lintas saat mudik dan arus balik, dikhawatirkan 35,4% responden.
Selain itu, kenaikan harga barang dan BBM, keamanan, cuaca, hingga kenyamanan saat perjalanan juga menjadi hal yang dipikirkan responden.
Berikut daftar lengkap sejumlah hal yang dikhawatirkan masyarakat Indonesia saat mudik Lebaran pada 2026 berdasarkan sigi Litbang Kompas:
- Kepadatan arus lalu lintas saat mudik dan arus balik (35,4%)
- Biaya mudik yang besar serta kenaikan harga barang dan BBM (13,3%)
- Keamanan selama perjalanan (10,8%)
- Cuaca yang tidak menentu dan potensi bencana alam (10,7%)
- Kondisi infrastruktur (8,1%)
- Kondisi fisik selama perjalanan mudik (7,8%)
- Ketersediaan dan harga tiket transportasi publik (5,5%)
- Kondisi dan kenyamanan kendaraan (3,2%)
- Lainnya (1,4%)
- Tidak tahu/tidak jawab (TT/TJ) (3,8%).
Litbang Kompas menilai, berlanjutnya perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran turut memicu sentimen ketidakpastian ekonomi.
Narasi pemberitaan dan media sosial yang menginformasikan kemungkinan dampak negatif dari kondisi geopolitik tersebut dinilai cukup menarik perhatian publik.
"Kekhawatiran terhadap dampak perang di Timur Tengah atas kondisi ekonomi masyarakat menjadi ganjalan ketika menyambut perayaan Idul Fitri nantinya," tulis Litbang Kompas dalam laporannya, Sabtu (14/3/2026).
Survei Litbang Kompas melibatkan 415 responden yang tersebar di Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surakarta, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Banjarmasin, dan Makassar.
Pengambilan data dilakukan secara online pada 6-10 Maret 2026. Toleransi kesalahan survei (margin of error) sekitar 5% dan tingkat kepercayaan 95%.
(Baca: Pergerakan Masyarakat pada Lebaran 2026 Berpotensi Berkurang)