Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kamar hotel non bintang di Provinsi Nusa Tenggara Timur akhir tahun 2025 mencapai 11.196 unit. Sepanjang 21 tahun data historis tercatat, angka ini merupakan nilai tertinggi yang pernah dicatat wilayah ini. Pada tahun 2025 terjadi pertumbuhan sebesar 17,57 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan sebanyak 1.673 unit kamar. Selama periode 2021-2025, rata-rata pertumbuhan tahunan mencapai 9,08 persen, lebih tinggi 3,2 poin persen dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun sebelumnya pada periode 2016-2020.
(Baca: Pertumbuhan Ekonomi Tahunan Periode 2013-2024)
Sepanjang catatan historis, kenaikan tertinggi kamar hotel non bintang Nusa Tenggara Timur terjadi pada tahun 2018 dengan pertumbuhan 37,03 persen atau penambahan 2.000 unit dalam satu tahun. Sementara penurunan terdalam tercatat pada tahun 2008 sebesar 7,83 persen, diikuti penurunan pada tahun 2020 dan 2021. Selama 20 tahun terakhir, ranking Nusa Tenggara Timur di wilayah Nusa Tenggara dan Bali secara konsisten berada di peringkat 3, sedangkan ranking nasional mengalami peningkatan dari peringkat 15 pada tahun 2021 menjadi peringkat 12 tahun 2025.
Tahun 2025, nilai kamar hotel non bintang Nusa Tenggara Timur berada di atas sebagian besar provinsi pembanding. Dari enam wilayah pembanding, hanya Sumatera Barat dan Kalimantan Timur yang mencatat nilai akhir lebih tinggi. Pertumbuhan 17,57 persen Nusa Tenggara Timur pada 2025 hanya kalah dari pertumbuhan Sumatera Barat yang mencapai 21,41 persen, namun masih lebih tinggi dibandingkan empat provinsi lainnya.
Sumatera Barat
Sumatera Barat menempati peringkat 9 nasional tahun 2025 untuk indikator jumlah kamar hotel non bintang, dengan total nilai mencapai 13.783 unit. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 21,41 persen atau penambahan 2.431 unit kamar pada tahun terakhir, menjadi pertumbuhan tertinggi diantara seluruh provinsi pembanding. Ranking wilayah ini di pulau Sumatera berada di peringkat 2, dengan rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 12,7 persen per tahun, menjadikannya salah satu wilayah dengan perkembangan akomodasi non bintang paling konsisten di luar pulau Jawa.
Kalimantan Timur
Kalimantan Timur tercatat memiliki 12.656 unit kamar hotel non bintang pada akhir tahun 2025, menempati peringkat 10 secara nasional dan peringkat 1 di seluruh wilayah pulau Kalimantan. Pertumbuhan tahunan wilayah ini mencapai 3,56 persen dengan penambahan 435 unit kamar, angka pertumbuhan ini menjadi yang terendah kedua diantara provinsi pembanding. Meskipun nilai total masih di atas Nusa Tenggara Timur, laju pertumbuhan Kalimantan Timur tercatat 14 poin persen lebih rendah dibandingkan laju pertumbuhan Nusa Tenggara Timur tahun 2025.
DKI Jakarta
(Baca: Statistik Tenaga Kerja Menurut Klasifikasi Kbji Pekerja Kasar Periode 2015-2025)
DKI Jakarta mencatat 11.221 unit kamar hotel non bintang tahun 2025, menempati peringkat 11 secara nasional dan peringkat 5 di wilayah pulau Jawa. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 21,34 persen atau pengurangan sebanyak 3.045 unit kamar pada tahun terakhir, menjadi satu-satunya provinsi pembanding yang mengalami kontraksi terbesar. Nilai total DKI Jakarta hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan nilai Nusa Tenggara Timur, dengan selisih hanya 25 unit saja pada tahun 2025.
Riau
Riau memiliki total 11.110 unit kamar hotel non bintang pada tahun 2025, menempati peringkat 13 secara nasional dan peringkat 3 di wilayah pulau Sumatera. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 18,38 persen dengan penambahan 1.725 unit kamar pada tahun terakhir, laju pertumbuhan ini hampir setara dengan laju pertumbuhan Nusa Tenggara Timur. Nilai total Riau tercatat hanya 86 unit lebih rendah dibandingkan nilai total kamar hotel non bintang Nusa Tenggara Timur tahun 2025.
Kalimantan Barat
Kalimantan Barat tercatat memiliki 10.804 unit kamar hotel non bintang pada akhir tahun 2025, menempati peringkat 14 secara nasional dan peringkat 2 di wilayah pulau Kalimantan. Wilayah ini mengalami penurunan sedikit sebesar 2,4 persen atau pengurangan 266 unit kamar pada tahun terakhir, menjadikannya salah satu dari dua provinsi pembanding yang mengalami kontraksi pada indikator ini. Nilai total wilayah ini berada 392 unit di bawah nilai yang dicatatkan Nusa Tenggara Timur tahun 2025.
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah mencatat total 10.345 unit kamar hotel non bintang tahun 2025, menempati peringkat 15 secara nasional dan peringkat 2 di wilayah pulau Sulawesi. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 15,69 persen atau penambahan 1.403 unit kamar pada tahun terakhir. Laju pertumbuhan wilayah ini berada di bawah laju pertumbuhan Nusa Tenggara Timur, dengan selisih nilai total mencapai 851 unit lebih rendah dibandingkan Nusa Tenggara Timur pada tahun yang sama.