Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase desa dengan kondisi sinyal telepon sangat kuat di Kota Jakarta Pusat pada tahun 2024 sebesar 56.82 persen. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, jika dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun terakhir (2019-2021) sebesar 52.70 persen, capaian tahun 2024 ini lebih baik. Secara historis, persentase ini fluktuatif dalam lima tahun terakhir. Fluktuatif di sini berarti data persentase Desa Sinyal Telepon mengalami kenaikan dan penurunan dari tahun ke tahun.
Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, persentase terendah terjadi pada tahun 2021 dengan 45.45 persen, sementara kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2024, yaitu sebesar 25 persen. Ranking Kota Jakarta Pusat menurut pulau pada tahun 2024 adalah 25, menunjukkan penurunan dibandingkan tahun 2021 yang berada di peringkat 26. Secara nasional, ranking Kota Jakarta Pusat adalah 66.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa di Kab. Bolaang Mongondow Selatan 2018 - 2024)
Dibandingkan dengan daerah lain di Pulau Jawa pada tahun 2024, persentase Kota Jakarta Pusat masih berada di bawah beberapa kabupaten/kota lainnya. Berdasarkan data perbandingan, Kota Bekasi mencatatkan 46.23 persen. Sementara Kabupaten Banyuwangi menunjukkan 33.33 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi sinyal telepon sangat kuat di Kota Jakarta Pusat masih perlu ditingkatkan agar dapat bersaing dengan daerah lain di Pulau Jawa.
Anomali terjadi pada tahun 2021 ketika persentase mengalami penurunan signifikan, yaitu turun 23.08 persen. Penurunan ini patut menjadi perhatian karena jauh di bawah rata-rata tahun-tahun sebelumnya. Namun, pemulihan yang signifikan terjadi pada tahun 2024 dengan pertumbuhan mencapai 25 persen, menunjukkan upaya perbaikan yang berhasil.
Secara keseluruhan, kondisi sinyal telepon sangat kuat di Kota Jakarta Pusat menunjukkan tren yang fluktuatif. Meskipun terjadi peningkatan yang signifikan pada tahun 2024, perlu adanya upaya berkelanjutan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas sinyal telepon agar dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
Kota Bekasi
Kota Bekasi menduduki peringkat ke-9 di Pulau Jawa dengan persentase desa dengan sinyal telepon sangat kuat sebesar 46.23 persen. Terjadi pertumbuhan signifikan sebesar 22.45 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan peningkatan kualitas infrastruktur telekomunikasi. Peningkatan ini mengungguli rata-rata pertumbuhan daerah lain yang menjadi perbandingan.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Bombana Periode 2005 - 2024)
Kabupaten Banyuwangi
Kabupaten Banyuwangi menempati posisi ke-20 di Pulau Jawa dengan nilai indikator sebesar 33.33 persen. Meskipun berada di urutan bawah, pertumbuhan yang dicapai sangat tinggi, yakni mencapai 66.67 persen. Pertumbuhan ini mengindikasikan adanya investasi yang signifikan dalam peningkatan infrastruktur jaringan telekomunikasi di wilayah tersebut.
Kota Padang Sidimpuan
Kota Padang Sidimpuan, yang berada di Pulau Sumatera, menduduki peringkat ke-7 di pulaunya dengan persentase 39.51 persen. Pertumbuhannya mencapai 43.75 persen, menunjukkan komitmen daerah dalam meningkatkan kualitas sinyal telepon. Meskipun tidak menduduki peringkat atas, pertumbuhan yang signifikan menjadi indikator positif bagi kemajuan infrastruktur telekomunikasi.
Kabupaten Dompu
Kabupaten Dompu, yang berada di Nusa Tenggara dan Bali, meraih nilai indikator sebesar 53.16 persen dan menduduki peringkat ke-19 di wilayahnya. Pertumbuhannya mencapai 7.14 persen. Dengan nilai ini, Kabupaten Dompu mampu menjaga posisinya di antara daerah lain di Nusa Tenggara dan Bali.
Kabupaten Sidenreng Rappang
Kabupaten Sidenreng Rappang di Sulawesi memiliki persentase desa dengan sinyal telepon sangat kuat sebesar 43.32 persen. Dengan persentase ini, kabupaten ini menduduki peringkat ke-23 di pulau Sulawesi. Pertumbuhan yang dicapai sebesar 31.91 persen, menunjukkan upaya serius pemerintah daerah dalam meningkatkan infrastruktur telekomunikasi di wilayah tersebut.