Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHB Sektor Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor Provinsi Kep. Bangka Belitung tahun 2025 mencapai 18286,46 Rp miliar. Sepanjang periode 2010 hingga 2025, nilai sektor ini menunjukkan tren naik konsisten, hanya tercatat satu kali penurunan yaitu pada tahun 2020 turun 3,04 persen. Pada tahun 2025, sektor ini tumbuh 10,72 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan nilai sebesar 1771,1 Rp miliar.
(Baca: Cuaca Karo Hari Ini, 31 Oktober 2026: Kabut/Asap dengan Suhu 19-25 °C)
Selama 16 tahun periode pencatatan, kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2022 dengan pertumbuhan 18,28 persen, sedangkan satu-satunya penurunan tercatat pada tahun 2020. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 6,87 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang mencapai 9,63 persen. Nilai tahun 2025 berada di atas rata-rata seluruh periode pencatatan yang sebesar 10838,85 Rp miliar.
Sepanjang seluruh periode historis, posisi peringkat Kep. Bangka Belitung di wilayah Pulau Sumatera tetap konsisten di urutan 9. Untuk peringkat nasional pada tahun 2025, provinsi ini berada di urutan 26 dari seluruh provinsi di Indonesia. Dalam 5 tahun terakhir, peringkat nasional provinsi ini hanya bergerak di rentang urutan 25 hingga 28 tanpa pergeseran signifikan.
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah mencatat nilai PDRB sektor perdagangan ini sebesar 23468,97 Rp miliar pada tahun terakhir, berada di urutan 23 secara nasional dan urutan 4 di wilayah Pulau Sulawesi. Pertumbuhan tahun terakhir mencapai 7,82 persen, dengan penambahan nilai sebesar 1702,86 Rp miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai sektor ini di Sulawesi Tengah tercatat lebih tinggi sekitar 28 persen dibandingkan nilai yang dicapai Kep. Bangka Belitung pada periode yang sama.
Kalimantan Utara
Kalimantan Utara menempati urutan 24 secara nasional untuk indikator PDRB sektor perdagangan ini, dengan nilai akhir mencapai 21419,34 Rp miliar. Pertumbuhan tahun terakhir di provinsi ini tercatat 12,29 persen, salah satu pertumbuhan tertinggi di antara kelompok provinsi perbandingan. Secara wilayah pulau Kalimantan, Kalimantan Utara berada di urutan 5, dengan nilai sekitar 17 persen lebih tinggi dibandingkan Kep. Bangka Belitung.
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Uni Emirat Arab 2024)
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Timur tercatat memiliki nilai PDRB sektor perdagangan sebesar 20109,49 Rp miliar pada tahun terakhir, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 14,11 persen. Provinsi ini berada di urutan 25 secara nasional dan urutan 3 di wilayah Nusa Tenggara dan Bali. Pertumbuhan yang dicapai Nusa Tenggara Timur ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir Kep. Bangka Belitung.
DI Yogyakarta
DI Yogyakarta mencatat nilai indikator ini sebesar 16761,57 Rp miliar pada tahun terakhir, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 7,29 persen. Secara nasional provinsi ini berada di urutan 27, satu peringkat di bawah Kep. Bangka Belitung. Di wilayah Pulau Jawa, DI Yogyakarta menempati urutan 6, dengan nilai sekitar 8 persen lebih rendah dibandingkan capaian Kep. Bangka Belitung tahun 2025.
Bengkulu
Bengkulu merupakan satu-satunya provinsi lain dari Pulau Sumatera dalam kelompok perbandingan, dengan nilai PDRB sektor perdagangan tahun terakhir sebesar 15048,49 Rp miliar. Pertumbuhan tahunan di Bengkulu tercatat 4,84 persen, berada di urutan 10 di Pulau Sumatera dan urutan 28 secara nasional. Nilai ini sekitar 17 persen lebih rendah dibandingkan capaian Kep. Bangka Belitung pada periode yang sama.
Papua
Papua menempati urutan terakhir secara nasional untuk indikator ini, dengan nilai tahun terakhir mencapai 14712,16 Rp miliar dan pertumbuhan tahunan 5,43 persen. Meskipun berada di urutan 29 nasional, provinsi ini menempati urutan pertama di wilayah Pulau Papua. Nilai PDRB sektor perdagangan Papua tercatat sekitar 19 persen lebih rendah dibandingkan capaian Kep. Bangka Belitung tahun 2025.