Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pekerja sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial di Provinsi Jambi mencapai 27.481 pekerja pada akhir tahun 2025. Nilai ini merupakan angka tertinggi sepanjang periode pencatatan sejak 2015, dengan kenaikan sebesar 16,86 persen dibandingkan tahun 2024 atau bertambah sebanyak 3.965 pekerja. Sepanjang 11 tahun periode data, jumlah pekerja sektor ini mencatat tren naik secara keseluruhan, dengan total peningkatan 69,89 persen dari nilai awal tahun 2015.
(Baca: Harga Kopi Kontrak Tiga Bulan - US Coffee C Futures Turun Menuju Level 326,1 Pound (Selasa, 14 Juli 2026))
Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 5,55 persen per tahun, angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang hanya sebesar 3,58 persen. Pencapaian tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan terbaik dalam 5 tahun terakhir, mengoreksi penurunan sebesar 7,37 persen yang terjadi pada tahun 2024. Kenaikan tertinggi sepanjang sejarah data terjadi pada tahun 2016 dengan pertumbuhan 58,18 persen, sedangkan penurunan terbesar tercatat pada tahun 2018 sebesar 10,32 persen.
Peringkat Jambi di wilayah Pulau Sumatera masih bertahan di posisi 7 pada tahun 2025, tidak ada perubahan peringkat dibandingkan 9 tahun sebelumnya. Secara nasional, Jambi menempati peringkat 23 dari seluruh provinsi di Indonesia. Sepanjang 5 tahun terakhir, peringkat nasional Jambi tidak mengalami pergeseran yang signifikan, hanya sempat menempati posisi 25 pada tahun 2021 sebelum kembali stabil di peringkat 23 hingga tahun 2025.
Selama periode pencatatan, jumlah pekerja menunjukkan pola fluktuatif dengan 6 kali periode kenaikan dan 4 kali periode penurunan tanpa ada periode stagnan. Nilai tahun 2025 tercatat berada di atas rata-rata jumlah pekerja sepanjang periode yang mencapai 23.920 pekerja. Pertumbuhan tahun 2025 juga jauh melampaui rata-rata pertumbuhan tahunan keseluruhan yang hanya sebesar 6,79 persen.
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tenggara menempati peringkat 3 di wilayah Pulau Sulawesi dan peringkat 20 secara nasional untuk indikator jumlah pekerja sektor jasa kesehatan. Pada tahun terakhir, provinsi ini memiliki jumlah pekerja sebesar 37.589 pekerja, namun mengalami penurunan pertumbuhan sebesar 5,15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ini menjadikan Sulawesi Tenggara sebagai provinsi dengan jumlah pekerja jasa kesehatan tertinggi di antara seluruh wilayah yang dibandingkan, meskipun mengalami kontraksi pertumbuhan pada periode terakhir.
DI Yogyakarta
DI Yogyakarta tercatat menempati peringkat 6 di wilayah Pulau Jawa dan peringkat 21 secara nasional. Jumlah pekerja jasa kesehatan di provinsi ini mencapai 32.190 pekerja pada tahun terakhir, dengan penurunan pertumbuhan sebesar 10,10 persen dibandingkan periode sebelumnya. Angka penurunan ini merupakan salah satu penurunan terbesar di antara wilayah perbandingan, menjadikan posisi DI Yogyakarta hanya terpaut satu peringkat di atas Jambi secara nasional.
(Baca: Harga Gandum Kontrak Tiga Bulan - US Wheat Futures Naik Menuju Level 647,4 Bushel (Rabu, 15 Juli 2026))
Sulawesi Utara
Sulawesi Utara berada di peringkat 4 wilayah Pulau Sulawesi dan peringkat 22 secara nasional. Jumlah pekerja sektor kesehatan di provinsi ini tercatat sebesar 29.421 pekerja, dengan penurunan pertumbuhan sebesar 7,28 persen pada tahun terakhir. Nilai jumlah pekerja Sulawesi Utara hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan nilai Jambi, dengan selisih sekitar 1.940 pekerja, dan menempati satu peringkat di atas Jambi secara nasional.
Maluku
Maluku mencatatkan pertumbuhan terbaik di antara seluruh wilayah perbandingan, dengan peningkatan sebesar 25,77 persen pada tahun terakhir. Provinsi ini menempati peringkat 1 tertinggi di wilayah Pulau Maluku dan peringkat 24 secara nasional. Jumlah pekerja jasa kesehatan di Maluku mencapai 24.859 pekerja, angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan capaian Jambi pada tahun 2025.
Kalimantan Tengah
Kalimantan Tengah menempati peringkat 4 di wilayah Pulau Kalimantan dan peringkat 25 secara nasional. Jumlah pekerja sektor jasa kesehatan di provinsi ini tercatat sebesar 23.990 pekerja, dengan pertumbuhan positif sebesar 9,27 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan positif ini menjadikan Kalimantan Tengah salah satu dari hanya dua wilayah perbandingan yang mencatatkan pertumbuhan positif pada periode terakhir selain Maluku.
Bengkulu
Bengkulu menempati peringkat 8 di wilayah Pulau Sumatera dan peringkat 26 secara nasional, menjadikannya wilayah dengan peringkat terendah di antara seluruh wilayah perbandingan. Jumlah pekerja jasa kesehatan di provinsi ini hanya mencapai 15.340 pekerja, dengan penurunan sangat besar sebesar 24,72 persen pada tahun terakhir. Nilai ini jauh lebih rendah dibandingkan capaian Jambi yang menempati satu peringkat di atas Bengkulu di wilayah Pulau Sumatera.