Ketimpangan DKI Jakarta Masuk Kategori Sedang

08/02/2017 10:07 WIB
Image Loader
Memuat...
Distribusi Pendapatan Penduduk Menurut Kriteria Bank Dunia (Relative Inequity) DKI Jakarta 1990-2015
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Menurut kriteria Bank Dunia, ketimpangan masyarakat DKI Jakarta masuk kategori sedang. Badan Pusat Statistik mencatat bahwa 40 persen masyarakat berpenghasilan rendah menikmati 16,02 persen dari total pendapatan penduduk Jakarta. Sementara 20 persen penduduk berpenghasilan tinggi ternyata menikmati lebih dari separuh dari total pendapatan penduduk Ibu Kota.

Penggolongan penduduk menurut Bank Dunia terbagi atas tiga kelas, yakni 40 persen penduduk berpenghasilan rendah, 40 persen berpenghasilan sedang, dan 20 persen penduduk berpenghasilan tinggi. Adapun ketimpangan pendapatan penduduk terpusat pada 40 persen penduduk berpendapatan terendah dengan indentifikasi intensitas kemiskinan dengan kriteria seperti berikut.

Jika 40 persen penduduk penghasilan rendah menerima kurang dari 12 persen dari total pendapatan maka distribusi pendapatan mempunyai ketimpangan tinggi. Bila 40 persen penduduk penghasilan rendah menerima antara 12-17 persen menggambarkan distribusi pendapatan memiliki ketimpangan sedang, dan jika menerima lebih dari 17 persen maka distribusi pendapatan tersebut ketimpangannya rendah.

 

Data Stories Terkini
Databoks Premium
Databoks Premium

Data Pasar

Macro update by
18 May 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
PDB ADHK (Q4 2025) 3.474,50 +0.86
Nilai Tukar USDIDR 17 -0.03
Neraca perdagangan (Mar) 3,32 +160.82
Ekspor Migas (Mar) 1,28 +18.60
Impor Migas (Mar) 3,17 +58.74
Ekspor (Mar) 22,53 +1.62
Impor (Mar) 19,21 -8.08
Kunjungan Wisman (Feb) 1,16 -2.42
Inflasi yoy (Apr) 2,42% -1.06
Inflasi mom (Mar) 0,41% -0.27
Persentase kemiskinan (Des) 7,50% -0.75
NTP (Apr) 112,29 +0.43

Data Populer

Loading...