Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan data PDRB ADHK Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum Triwulanan Provinsi Riau pada kuartal kedua 2025 sebesar 692,58 Rp miliar. Dibandingkan kuartal pertama 2025, nilai ini mengalami kenaikan sebesar 19,09 Rp miliar dengan pertumbuhan 2,83%. Rata-rata nilai tiga kuartal terakhir sebelum kuartal kedua 2025 adalah sekitar 701,84 Rp miliar, sehingga nilai kuartal terakhir sedikit di bawah rata-rata tersebut. Namun, dibandingkan rata-rata lima kuartal terakhir sebesar 687,94 Rp miliar, nilai kuartal kedua 2025 sedikit di atas rata-rata. Pertumbuhan tertinggi dalam data historis terjadi pada kuartal ketiga 2022 sebesar 27,51%, sedangkan penurunan terendah terjadi pada kuartal kedua 2020 turun 33,96%. Ranking Riau menurut pulau Sumatera tetap di posisi ke-5, dan ranking se-Indonesia di posisi ke-16, sama dengan kuartal sebelumnya.
(Baca: Nilai PDRB ADHB Jasa Lainnya di Kalimantan Selatan | 2025)
Kepulauan Riau
Kepulauan Riau menempati peringkat ke-4 di pulau Sumatera dan ke-13 se-Indonesia untuk PDRB ADHK Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum pada kuartal terakhir. Nilai kuartal terakhir provinsi ini sebesar 1208,33 Rp miliar, mengalami kenaikan sebesar 76,17 Rp miliar dibandingkan kuartal sebelumnya dengan pertumbuhan 6,73%. Rata-rata nilai dua kuartal sebelumnya adalah 1204,69 Rp miliar, sehingga nilai kuartal terakhir sedikit di atas rata-rata tersebut. Dibandingkan provinsi lain di pulau Sumatera seperti Riau, Kepulauan Riau memiliki nilai yang lebih tinggi dan pertumbuhan yang lebih baik, menunjukkan performa sektor ini yang lebih kuat di wilayah kepulauan tersebut. Keberadaan berbagai destinasi wisata pulau di Kepulauan Riau kemungkinan menjadi faktor pendorong pertumbuhan sektor akomodasi dan makan minum yang signifikan di wilayah ini.
Kalimantan Selatan
Kalimantan Selatan menempati peringkat ke-2 di pulau Kalimantan dan ke-14 se-Indonesia untuk indikator ini pada kuartal terakhir. Nilai kuartal terakhir sebesar 959,04 Rp miliar, dengan kenaikan sebesar 50,24 Rp miliar dibandingkan kuartal sebelumnya dan pertumbuhan 5,53%. Rata-rata nilai dua kuartal sebelumnya adalah 921,89 Rp miliar, sehingga nilai kuartal terakhir di atas rata-rata tersebut. Dibandingkan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan memiliki nilai yang lebih tinggi dan pertumbuhan yang lebih baik, menunjukkan dominasi sektor akomodasi dan makan minum di wilayah Kalimantan bagian selatan. Aktivitas wisata dan perdagangan yang ramai di wilayah ini, terutama di kota Banjarmasin, berkontribusi pada peningkatan permintaan jasa akomodasi dan makan minum yang stabil.
Kalimantan Barat
Kalimantan Barat menempati peringkat ke-3 di pulau Kalimantan dan ke-15 se-Indonesia. Nilai kuartal terakhir sebesar 930,66 Rp miliar, mengalami kenaikan sebesar 13,17 Rp miliar dibandingkan kuartal sebelumnya dengan pertumbuhan 1,44%. Rata-rata nilai dua kuartal sebelumnya adalah 916,47 Rp miliar, sehingga nilai kuartal terakhir sedikit di atas rata-rata. Meskipun pertumbuhannya lebih rendah dibandingkan Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat masih memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan Kalimantan Tengah, menunjukkan sektor ini masih berkembang dengan stabil di wilayah tersebut. Destinasi wisata alam seperti Danau Sentarum dan kota Pontianak menjadi daya tarik utama yang mendukung pertumbuhan sektor akomodasi dan makan minum di Kalimantan Barat, meskipun pertumbuhannya lebih lambat dibandingkan tetangga selatan.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Tabanan Menurut Sektor pada 2024)
Sumatera Barat
Sumatera Barat menempati peringkat ke-6 di pulau Sumatera dan ke-17 se-Indonesia. Nilai kuartal terakhir sebesar 592,03 Rp miliar, dengan kenaikan sangat sedikit sebesar 0,04 Rp miliar dibandingkan kuartal sebelumnya dan pertumbuhan 0,01%. Rata-rata nilai dua kuartal sebelumnya adalah 568,10 Rp miliar, sehingga nilai kuartal terakhir di atas rata-rata tersebut. Dibandingkan Riau yang berada di peringkat ke-5 di pulau Sumatera, Sumatera Barat memiliki nilai yang lebih rendah dan pertumbuhan yang hampir stagnan, menunjukkan sektor ini kurang berkembang di wilayah tersebut. Meskipun memiliki destinasi wisata seperti Bukittinggi dan Danau Maninjau, sektor akomodasi dan makan minum di Sumatera Barat mengalami keterlambatan pertumbuhan pada kuartal terakhir, mungkin karena faktor peningkatan biaya operasional atau penurunan jumlah wisatawan sementara.
Aceh
Aceh menempati peringkat ke-7 di pulau Sumatera dan ke-18 se-Indonesia. Nilai kuartal terakhir sebesar 587,54 Rp miliar, mengalami kenaikan sebesar 7,49 Rp miliar dibandingkan kuartal sebelumnya dengan pertumbuhan 1,29%. Rata-rata nilai dua kuartal sebelumnya adalah 589,31 Rp miliar, sehingga nilai kuartal terakhir sedikit di bawah rata-rata tersebut. Dibandingkan Sumatera Barat, Aceh memiliki nilai yang hampir sama tetapi pertumbuhan yang lebih baik, menunjukkan sektor akomodasi dan makan minum di Aceh berkembang dengan lebih stabil dibandingkan Sumatera Barat. Destinasi wisata seperti Pantai Ulee Lheue dan Banda Aceh menjadi daya tarik utama yang mendukung pertumbuhan sektor ini, meskipun pertumbuhannya masih rendah dibandingkan provinsi lain di pulau Sumatera.
Kalimantan Tengah
Kalimantan Tengah menempati peringkat ke-4 di pulau Kalimantan dan ke-19 se-Indonesia. Nilai kuartal terakhir sebesar 559,43 Rp miliar, mengalami kenaikan sebesar 12,68 Rp miliar dibandingkan kuartal sebelumnya dengan pertumbuhan 2,32%. Rata-rata nilai dua kuartal sebelumnya adalah 562,98 Rp miliar, sehingga nilai kuartal terakhir sedikit di bawah rata-rata tersebut. Dibandingkan provinsi lain di Kalimantan, Kalimantan Tengah memiliki nilai yang paling rendah, menunjukkan sektor akomodasi dan makan minum di wilayah ini masih perlu dikembangkan lebih lanjut untuk menyaingi provinsi lain di pulau yang sama. Wilayah Kalimantan Tengah yang sebagian besar terdiri dari hutan dan wilayah pedesaan mungkin menjadi faktor yang membatasi pertumbuhan sektor akomodasi dan makan minum, meskipun ada upaya untuk mengembangkan destinasi wisata alam di wilayah ini.