Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data produksi padi bulanan Provinsi Papua sampai dengan Mei 2026 dengan satuan Ton GKG. Berdasarkan catatan historis sejak Januari 2018, produksi padi wilayah ini menunjukkan pola fluktuatif ekstrem dimana pada periode 2018-2022 pernah mencapai angka bulanan di atas 70 ribu Ton GKG, namun sejak awal tahun 2025 produksi mengalami penurunan drastis secara bertahap. Pada bulan Mei 2026, nilai produksi tercatat 107,2 Ton GKG, mengalami penurunan sebesar 46,14% dibandingkan bulan sebelumnya April 2026.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa di Kota Pasuruan 2018 - 2024)
Rata-rata produksi padi Papua dalam 3 bulan terakhir tercatat 163,9 Ton GKG, sedangkan rata-rata 5 bulan terakhir mencapai 177,17 Ton GKG. Kondisi bulan Mei 2026 berada 34,6% di bawah rata-rata 3 bulan terakhir dan 39,5% di bawah rata-rata 5 bulan terakhir, menunjukan performa produksi yang memburuk secara konsisten. Kenaikan produksi tertinggi sepanjang catatan terjadi pada Mei 2019 dengan pertumbuhan 457,21% dibanding bulan sebelumnya, sedangkan penurunan terendah tercatat pada Desember 2023 dengan penurunan 93,35%.
Untuk peringkat pada bulan Mei 2026, Provinsi Papua menempati urutan ke 4 di wilayah Pulau Papua, dan berada di peringkat 34 dari seluruh provinsi di Indonesia. Dibandingkan provinsi lain di pulau yang sama, produksi Papua masih di atas Papua Pegunungan namun berada di bawah Papua Tengah. Secara persentase pertumbuhan bulan Mei 2026, Papua mencatat penurunan lebih sedikit dibandingkan Kepulauan Riau namun lebih besar dibandingkan DKI Jakarta.
Kalimantan Utara
Provinsi Kalimantan Utara berada di peringkat 31 secara nasional dan peringkat 5 di Pulau Kalimantan untuk produksi padi bulan terakhir. Nilai produksi bulan terakhir tercatat 1161,83 Ton GKG, mengalami penurunan sebesar 14,35% dibandingkan bulan sebelumnya. Rata-rata 3 bulan terakhir wilayah ini mencatat produksi 1327,4 Ton GKG, dimana nilai bulan ini berada 12,5% di bawah rata-rata periode tersebut. Dibandingkan seluruh wilayah pada data perbandingan, Kalimantan Utara memiliki nilai produksi tertinggi dibanding 5 provinsi lainnya yang tercatat.
Maluku Utara
Maluku Utara menempati urutan 32 secara nasional dan peringkat 2 di wilayah Pulau Maluku untuk periode bulan terakhir. Produksi padi wilayah ini tercatat 1133,36 Ton GKG, dengan penurunan sebesar 35,13% dibandingkan bulan sebelumnya. Selisih penurunan nilai produksi mencapai 613,75 Ton GKG, menjadi penurunan nilai absolut terbesar di antara seluruh provinsi pada daftar perbandingan. Meskipun mengalami penurunan besar, nilai produksi Maluku Utara masih berada di urutan kedua tertinggi setelah Kalimantan Utara.
Papua Tengah
(Baca: Jumlah Bus di Kep. Riau | 2026)
Papua Tengah berada di peringkat 33 secara nasional dan peringkat 3 di wilayah Pulau Papua. Nilai produksi bulan terakhir tercatat 236,27 Ton GKG, mencatat kenaikan produksi sebesar 376,35% dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini menjadi pertumbuhan persentase tertinggi di antara seluruh wilayah yang dibandingkan. Rata-rata 3 bulan terakhir produksi Papua Tengah hanya 89,7 Ton GKG, sehingga nilai bulan ini menunjukkan peningkatan performa produksi yang sangat signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Papua Pegunungan
Provinsi Papua Pegunungan menempati urutan 35 secara nasional dan peringkat 5 di wilayah Pulau Papua. Produksi padi bulan terakhir tercatat 76,28 Ton GKG, mengalami kenaikan sedikit sebesar 9,66% dibandingkan bulan sebelumnya. Nilai produksi ini berada sedikit di bawah nilai produksi Provinsi Papua pada periode yang sama. Selama 5 bulan terakhir, rata-rata produksi wilayah ini tercatat 68,1 Ton GKG, sehingga nilai bulan ini berada 12% di atas rata-rata periode tersebut.
DKI Jakarta
DKI Jakarta berada di peringkat 36 secara nasional dan peringkat 6 di wilayah Pulau Jawa untuk data produksi padi bulan terakhir. Nilai produksi tercatat 72,19 Ton GKG, mencatat kenaikan sebesar 91,13% dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini menjadi pertumbuhan persentase terbesar kedua setelah Papua Tengah di antara seluruh wilayah perbandingan. Meskipun mengalami kenaikan besar, nilai produksi DKI Jakarta masih menjadi yang terendah kedua di antara daftar provinsi yang dibandingkan.
Kep. Riau
Kepulauan Riau menempati urutan paling bawah yaitu peringkat 37 secara nasional dan peringkat 10 di wilayah Pulau Sumatera. Produksi padi bulan terakhir hanya tercatat 7,36 Ton GKG, mengalami penurunan sangat besar sebesar 84,46% dibandingkan bulan sebelumnya. Nilai ini menjadi produksi padi terendah di antara seluruh provinsi yang tercatat pada data perbandingan, bahkan berada kurang dari 10% dari nilai produksi terendah lainnya pada daftar tersebut.