Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Papua Barat pada semester pertama tahun 2025 (Februari 2025) sebesar 4.21 persen. Nilai ini naik sedikit sebesar 0.08 persen dibandingkan semester sebelumnya (Agustus 2024) yang sebesar 4.13 persen, dengan pertumbuhan positif sebesar 1.94%. Dibandingkan rata-rata tiga semester terakhir (5.38 persen, 4.31 persen, 4.13 persen) yang mencapai sekitar 4.61 persen, nilai TPT semester terakhir lebih rendah, menunjukkan peningkatan kondisi pengangguran dibandingkan periode tersebut. Sementara itu, rata-rata lima semester terakhir (5.53 persen, 5.38 persen, 4.31 persen, 4.13 persen, 4.21 persen) adalah sekitar 4.71 persen, sehingga nilai saat ini juga berada di bawah rata-rata tersebut. Kenaikan tertinggi TPT Papua Barat terjadi pada Agustus 2015 dengan nilai 8.08 persen, yang merupakan pertumbuhan sebesar 75.27% dari semester sebelumnya, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada Februari 2006 ke Agustus 2006 dengan selisih nilai turun 1 persen. Pada semester terakhir, Papua Barat menempati peringkat ke-4 di pulau Papua dan peringkat ke-19 se-Indonesia, naik dua posisi dari peringkat ke-21 di semester sebelumnya.
(Baca: Jumlah Korban Menderita dan Mengungsi akibat Bencana Alam Periode 2013-2024)
Dari data historis periode 2006 hingga 2025, TPT Papua Barat menunjukkan tren umum penurunan, dimulai dari 11.17 persen pada Februari 2006 hingga 4.21 persen pada Februari 2025. Meskipun demikian, terjadi fluktuasi nilai sepanjang periode tersebut, seperti pada Agustus 2015 yang mengalami kenaikan drastis dari 4.61 persen menjadi 8.08 persen, selisih sebesar 3.47 persen dari semester sebelumnya. Setelah periode tersebut, nilai TPT kembali menurun secara bertahap sampai Agustus 2024, sebelum naik sedikit di semester terakhir. Peringkat se-Indonesia Papua Barat juga berfluktuasi, mulai dari posisi terendah ke-5 pada Agustus 2017 hingga posisi tertinggi ke-21 pada Agustus 2024, dan pada semester terakhir berada di posisi ke-19. Di pulau Papua, Papua Barat tetap mempertahankan peringkat ke-4 selama beberapa semester terakhir, menunjukkan kondisi pengangguran yang lebih tinggi dibandingkan tiga provinsi lain di pulau yang sama.
Jawa Tengah
Peringkat se-Indonesia TPT Jawa Tengah pada semester pertama tahun 2025 adalah ke-16, dengan nilai sebesar 4.33 persen. Dibandingkan semester sebelumnya, nilai ini turun sedikit sebesar 0.45 persen, dengan pertumbuhan negatif turun 9.41%. Rata-rata tiga semester terakhir untuk Jawa Tengah adalah sekitar 4.5 persen (dari nilai 4.39 persen, 4.78 persen, dan 4.33 persen), sehingga nilai semester terakhir lebih rendah dari rata-rata tersebut, menunjukkan peningkatan kondisi pengangguran di provinsi ini. Di pulau Jawa, Jawa Tengah berada pada posisi yang lebih tinggi dibandingkan beberapa provinsi lain, namun nilai TPT-nya masih di atas nilai Papua Barat (4.21 persen). Selama beberapa semester terakhir, nilai TPT Jawa Tengah cenderung stabil dengan fluktuasi kecil, tidak mengalami kenaikan atau penurunan drastis seperti beberapa provinsi lain. Peringkatnya juga relatif stabil, bergerak antara posisi ke-15 sampai ke-17 se-Indonesia dalam tiga semester terakhir, menunjukkan bahwa kondisi pengangguran di Jawa Tengah tidak mengalami perubahan yang signifikan dalam periode tersebut.
Maluku Utara
Maluku Utara menempati peringkat ke-2 di pulau Maluku dan peringkat ke-17 se-Indonesia pada semester pertama tahun 2025, dengan nilai TPT sebesar 4.26 persen. Dibandingkan semester sebelumnya, nilai ini naik sedikit sebesar 0.23 persen, dengan pertumbuhan positif sebesar 5.71%. Rata-rata tiga semester terakhir untuk Maluku Utara adalah sekitar 4.15 persen (dari nilai 4.16 persen, 4.03 persen, dan 4.26 persen), sehingga nilai semester terakhir lebih tinggi dari rata-rata tersebut. Dibandingkan Papua Barat, nilai TPT Maluku Utara sedikit lebih tinggi (4.26 persen vs 4.21 persen), dan peringkatnya juga satu posisi di atas Papua Barat se-Indonesia. Selama beberapa semester, Maluku Utara mempertahankan posisi teratas kedua di pulau Maluku, hanya di bawah satu provinsi lain yang memiliki nilai TPT lebih rendah. Pertumbuhan TPT-nya juga cenderung positif atau stabil, tanpa mengalami penurunan drastis yang dapat mempengaruhi peringkatnya di pulau maupun se-Indonesia.
Kalimantan Barat
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Muna Barat Periode 2016 - 2024)
Nilai TPT Kalimantan Barat pada semester pertama tahun 2025 adalah 4.23 persen, dengan peringkat ke-2 di pulau Kalimantan dan peringkat ke-18 se-Indonesia. Dibandingkan semester sebelumnya, nilai ini turun sedikit sebesar 0.63 persen, dengan pertumbuhan negatif turun 12.96%. Rata-rata tiga semester terakhir untuk Kalimantan Barat adalah sekitar 4.43 persen (dari nilai 4.20 persen, 4.86 persen, dan 4.23 persen), sehingga nilai semester terakhir lebih rendah dari rata-rata tersebut, menunjukkan peningkatan kondisi pengangguran di provinsi ini. Dibandingkan Papua Barat, nilai TPT Kalimantan Barat sedikit lebih tinggi (4.23 persen vs 4.21 persen), dan peringkatnya satu posisi di bawah Papua Barat se-Indonesia. Selama beberapa semester, Kalimantan Barat mempertahankan posisi teratas kedua di pulau Kalimantan, dengan nilai TPT yang relatif stabil dan tidak mengalami perubahan drastis. Peringkat se-Indonesia juga relatif stabil, bergerak antara posisi ke-18 sampai ke-20 dalam tiga semester terakhir.
Kepulauan Bangka Belitung
Kepulauan Bangka Belitung menempati peringkat ke-6 di pulau Sumatera dan peringkat ke-20 se-Indonesia pada semester pertama tahun 2025, dengan nilai TPT sebesar 4.17 persen. Dibandingkan semester sebelumnya, nilai ini turun sedikit sebesar 0.46 persen, dengan pertumbuhan negatif turun 9.94%. Rata-rata tiga semester terakhir untuk Kepulauan Bangka Belitung adalah sekitar 4.22 persen (dari nilai 3.85 persen, 4.63 persen, dan 4.17 persen), sehingga nilai semester terakhir lebih rendah dari rata-rata tersebut. Dibandingkan Papua Barat, nilai TPT Kepulauan Bangka Belitung sedikit lebih rendah (4.17 persen vs 4.21 persen), dan peringkatnya satu posisi di bawah Papua Barat se-Indonesia. Selama beberapa semester, Kepulauan Bangka Belitung berada pada peringkat ke-6 di pulau Sumatera, menunjukkan kondisi pengangguran yang lebih tinggi dibandingkan lima provinsi lain di pulau yang sama. Pertumbuhan TPT-nya juga cenderung negatif atau stabil, tanpa mengalami kenaikan drastis yang dapat mempengaruhi peringkatnya di pulau maupun se-Indonesia.
Riau
Riau menempati peringkat ke-7 di pulau Sumatera dan peringkat ke-21 se-Indonesia pada semester pertama tahun 2025, dengan nilai TPT sebesar 4.12 persen. Dibandingkan semester sebelumnya, nilai ini naik sedikit sebesar 0.42 persen, dengan pertumbuhan positif sebesar 11.35%. Rata-rata tiga semester terakhir untuk Riau adalah sekitar 4.02 persen (dari nilai 3.85 persen, 3.70 persen, dan 4.12 persen), sehingga nilai semester terakhir lebih tinggi dari rata-rata tersebut. Dibandingkan Papua Barat, nilai TPT Riau sedikit lebih rendah (4.12 persen vs 4.21 persen), dan peringkatnya dua posisi di bawah Papua Barat se-Indonesia. Selama beberapa semester, Riau berada pada peringkat ke-7 di pulau Sumatera, menunjukkan kondisi pengangguran yang lebih tinggi dibandingkan enam provinsi lain di pulau yang sama. Pertumbuhan TPT-nya mengalami fluktuasi, dari pertumbuhan negatif di semester sebelumnya menjadi positif di semester terakhir, namun tidak cukup untuk meningkatkan peringkatnya di pulau maupun se-Indonesia.
Lampung
Lampung menempati peringkat ke-8 di pulau Sumatera dan peringkat ke-22 se-Indonesia pada semester pertama tahun 2025, dengan nilai TPT sebesar 4.07 persen. Dibandingkan semester sebelumnya, nilai ini turun sedikit sebesar 0.12 persen, dengan pertumbuhan negatif turun 2.86%. Rata-rata tiga semester terakhir untuk Lampung adalah sekitar 4.11 persen (dari nilai 4.12 persen, 4.19 persen, dan 4.07 persen), sehingga nilai semester terakhir lebih rendah dari rata-rata tersebut, menunjukkan peningkatan kondisi pengangguran di provinsi ini. Dibandingkan Papua Barat, nilai TPT Lampung lebih rendah (4.07 persen vs 4.21 persen), dan peringkatnya tiga posisi di bawah Papua Barat se-Indonesia. Selama beberapa semester, Lampung berada pada peringkat terendah ke-8 di pulau Sumatera, menunjukkan kondisi pengangguran yang lebih tinggi dibandingkan semua provinsi lain di pulau yang sama. Pertumbuhan TPT-nya cenderung negatif atau stabil, tanpa mengalami perubahan drastis yang dapat mempengaruhi peringkatnya di pulau maupun se-Indonesia.