Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, tahun 2024 turun sedikit menjadi 13.38 persen. Jumlah penduduk miskin turun 3.81 persen menjadi 11.360 orang, sedangkan total penduduk naik 4.4 persen menjadi 90.010 jiwa. Rank kemiskinan di Sulawesi ke-23 dan se-Indonesia ke-137.
(Baca: Persentase Penduduk Miskin di Perdesaan Periode 2013-2025)
Data historis 2016-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi di 2017 (16.24 persen) dan terendah di 2020 (13.3 persen). Pertumbuhan kemiskinan terendah di 2018 (-12.75 persen) dan tertinggi di 2017 (2.98 persen). Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 13.75 persen, lebih tinggi dari rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) 13.53 persen. Rank se-Indonesia fluktuatif: dari 142 (2016) ke 124 (2017), naik ke 155 (2018), turun ke 133 (2023), kembali ke 137 (2024).
Dibanding kabupaten lain di Sulawesi Tenggara, persentase kemiskinan Muna Barat (13.38 persen) lebih rendah dari Muna (13.78 persen) dan Kolaka Timur (13.71 persen), tapi lebih tinggi dari Kolaka (11.67 persen). Pendapatan perkapita Kolaka tertinggi 153,41 juta rupiah per tahun, Muna terendah 41,62 juta rupiah per tahun. Garis kemiskinan Kolaka Utara tertinggi 529,19 ribu rupiah per kapita per bulan, Konawe Utara terendah 407,71 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Kolaka Utara
Rank se-Indonesia persentase kemiskinan adalah 134, dengan nilai 13.51 persen, sedikit turun dibanding tahun sebelumnya (-0.44 persen). Jumlah penduduknya 142.001 jiwa, tumbuh 2.51 persen, rank se-Indonesia 409. Jumlah penduduk miskin 22.070 orang, tumbuh 1.28 persen, rank 310. Pendapatan perkapita 82,70 juta rupiah per tahun, tumbuh 7.29 persen, rank 113. Garis kemiskinan 529,19 ribu rupiah per kapita per bulan, tumbuh 2.34 persen, rank 275. Kemiskinan di sini sedikit lebih tinggi dari Muna Barat, tapi pendapatan perkapita jauh lebih besar, menunjukkan kapasitas ekonomi yang lebih kuat untuk menekan kemiskinan.
Kabupaten Kolaka
Rank se-Indonesia persentase kemiskinan 185, dengan nilai 11.67 persen, turun sedikit (-1.1 persen) dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk 252.003 jiwa, tumbuh 2.49 persen, rank 295. Jumlah penduduk miskin 33.200 orang, tumbuh 0.73 persen, rank 225. Pendapatan perkapita tertinggi di antara kabupaten sebanding, yaitu 153,41 juta rupiah per tahun, tumbuh 5.73 persen, rank 42. Garis kemiskinan 477,92 ribu rupiah per kapita per bulan, tumbuh 3 persen, rank 364. Persentase kemiskinan di sini paling rendah dibanding yang lain, didukung oleh pendapatan perkapita yang tinggi yang membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar tanpa masuk ke garis kemiskinan.
(Baca: 5,18% Penduduk di Kabupaten Klungkung Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Konawe Utara
Rank se-Indonesia persentase kemiskinan 142, dengan nilai 13.17 persen, turun sedikit (-2.3 persen) dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk 81.355 jiwa, tumbuh 5.12 persen (pertumbuhan tertinggi di antara yang dibandingkan), rank 483. Jumlah penduduk miskin 8.940 orang, turun sedikit (-0.78 persen), rank 458. Pendapatan perkapita 77,30 juta rupiah per tahun, tumbuh 6.19 persen, rank 123. Garis kemiskinan terendah di antara yang dibandingkan, yaitu 407,71 ribu rupiah per kapita per bulan, tumbuh 6.84 persen, rank 488. Meskipun pertumbuhan penduduk tinggi, jumlah penduduk miskin turun, membuat persentase kemiskinan lebih rendah dari Muna Barat, kemungkinan karena program penanggulangan kemiskinan yang efektif di wilayah ini.
Kabupaten Konawe
Rank se-Indonesia persentase kemiskinan 139, dengan nilai 13.25 persen, naik sedikit (1.77 persen) dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk 267.139 jiwa, tumbuh 1.79 persen (pertumbuhan terendah di antara yang dibandingkan), rank 285. Jumlah penduduk miskin 33.990 orang, tumbuh 2.72 persen, rank 218. Pendapatan perkapita 75,70 juta rupiah per tahun, tumbuh 11.52 persen (pertumbuhan tertinggi pendapatan), rank 126. Garis kemiskinan 425,03 ribu rupiah per kapita per bulan, tumbuh 6.1 persen, rank 459. Persentase kemiskinan di sini sedikit lebih rendah dari Muna Barat, meskipun jumlah penduduk miskin lebih banyak karena total penduduknya besar, menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan belum sepenuhnya menekan peningkatan jumlah penduduk miskin.
Kabupaten Muna
Rank se-Indonesia persentase kemiskinan 128, dengan nilai 13.78 persen, turun sedikit (-2.06 persen) dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk 231.980 jiwa, tumbuh 1.46 persen, rank 315. Jumlah penduduk miskin 31.820 orang, turun sedikit (-1.3 persen), rank 232. Pendapatan perkapita terendah di antara yang dibandingkan, yaitu 41,62 juta rupiah per tahun, tumbuh 6.11 persen, rank 316. Garis kemiskinan 434,75 ribu rupiah per kapita per bulan, tumbuh 3.74 persen, rank 437. Persentase kemiskinan di sini lebih tinggi dari Muna Barat, meskipun jumlah penduduk miskin lebih banyak karena total penduduknya besar, menunjukkan bahwa pendapatan perkapita yang rendah menjadi faktor utama kemiskinan di wilayah ini.
Kabupaten Kolaka Timur
Rank se-Indonesia persentase kemiskinan 131, dengan nilai 13.71 persen, turun sedikit (-2.35 persen) dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk 129.598 jiwa, tumbuh 2.24 persen, rank 427. Jumlah penduduk miskin 20.330 orang, turun sedikit (-0.39 persen), rank 328. Pendapatan perkapita 48,12 juta rupiah per tahun, tumbuh 7.58 persen, rank 268. Garis kemiskinan 525,09 ribu rupiah per kapita per bulan, tumbuh 2.34 persen, rank 284. Persentase kemiskinan di sini lebih tinggi dari Muna Barat, dengan pendapatan perkapita yang lebih besar daripada Muna tapi lebih kecil dari Kolaka Utara, menunjukkan bahwa garis kemiskinan yang tinggi di wilayah ini membuat masyarakat lebih mudah masuk ke kategori miskin meskipun pendapatan tidak terlalu rendah.