BI Catat Dana Pihak Ketiga Rp 6.708,3 Triliun pada Juli 2021

1
Dwi Hadya Jayani 27/08/2021 14:00 WIB
Image Loader
Memuat...
Penghimpunan Dana Pihak Ketiga
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Bank Indonesia (BI) mencatat, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) di perbankan sebesar Rp 6.708,3 triliun pada Juli 2021. Nilai tersebut tumbuh 10,7% secara tahunan (year on year/yoy), namun lebih lambat dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 11,7% (yoy).

Menurut bank sentral, melambatnya pertumbuhan DPK pada Juli 2021 terjadi pada simpanan berjangka, baik dalam rupiah maupun valuta asing. Secara rinci, simpanan berjangka tumbuh 2,6% (yoy) menjadi Rp 2.716 triliun pada bulan lalu, lebih lambat dibandingkan pada Juni 2021 yang mencapai 5,6% (yoy).

Pertumbuhan simpanan berjangka dalam bentuk rupiah tercatat sebesar 4,6% (yoy) menjadi Rp 2.416 triliun pada Juli 2021, lebih lambat dari bulan sebelumnya yang sebesar 6,7% (yoy). Sedangkan, simpanan berjangka dalam bentuk valuta asing (valas) turun 11,1% (yoy) menjadi Rp 300 triliun pada Juli 2021, lebih dalam dibandingkan kontraksi bulan sebelumnya yang sebesar 2,4% (yoy).

Berdasarkan golongan nasabahnya, perlambatan pertumbuhan simpanan berjangka terjadi pada nasabah korporasi dan perorangan. Ini seiring dengan adanya penurunan suku bunga simpanan.

Sementara, DPK yang berasal dari tabungan tumbuh 13,3% menjadi Rp 2.267,4 triliun pada Juli 2021. Pertumbuhan itu lebih tinggi dibandingkan pada bulan sebelumnya yang naik 12,8%.

Secara rinci, simpanan tabungan dalam bentuk rupiah mengalami pertumbuhan 13,8% (yoy) menjadi Rp 2.116 triliun pada Juli 2021, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang naik 13,2% (yoy). DPK dari tabungan valas tumbuh 6,1% (yoy) menjadi Rp 151,4 triliun pada Juli 2021, lebih lambat dari Juni 2021 yang naik 7,4% (yoy).

DPK yang berasal dari giro tercatat tumbuh 22,2% menjadi Rp 1.724,9 triliun pada Juli 2021. sebagaimana pada jenis tabungan, pertumbuhan simpanan giro tersebut juga lebih tinggi dibandingkan pada Juni 2021 yang meningkat 21,4%.

Rinciannya, simpanan giro dalam bentuk rupiah tumbuh 21,2% (yoy) menjadi Rp 1.261,1 triliun pada Juli 2021, lebih tinggi dibandingkan pada Juni 2021 yang naik 20,5% (yoy). Sedangkan, DPK dari giro valas tumbuh 25,2% (yoy) menjadi Rp 463,8 triliun, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang meningkat 24,1% (yoy).

(Baca: Pertumbuhan Simpanan Kelas Atas dan Bawah di Perbankan Timpang saat Pandemi)

Data Stories Terkini
Databoks Premium
Databoks Premium

Data Pasar

Macro update by
19 May 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
PDB ADHK (Q4 2025) 3.474,50 +0.86
Nilai Tukar USDIDR 17 -0.03
Neraca perdagangan (Mar) 3,32 +160.82
Ekspor Migas (Mar) 1,28 +18.60
Impor Migas (Mar) 3,17 +58.74
Ekspor (Mar) 22,53 +1.62
Impor (Mar) 19,21 -8.08
Kunjungan Wisman (Feb) 1,16 -2.42
Inflasi yoy (Apr) 2,42% -1.06
Inflasi mom (Mar) 0,41% -0.27
Persentase kemiskinan (Des) 7,50% -0.75
NTP (Apr) 112,29 +0.43

Data Populer

Loading...