Data transaksi belanja uang elektronik dan alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) bersumber dari BI diolah databoks-series.katadata.co.id.
Ringkasan:
-
Tren penggunaan uang elektronik (e-money) untuk belanja makin menguat di Indonesia.
-
Nilai transaksi belanja menggunakan uang elektronik mencapai Rp85,67 triliun pada Juli 2025, melampaui transaksi belanja menggunakan kartu ATM/debit dan kartu kredit.
-
Sepanjang periode Januari-Juli 2025, nilai transaksi belanja menggunakan uang elektronik mencapai Rp524,89 triliun, tumbuh 65,49% (year-on-year/yoy).
(Baca: Ini Frekuensi Warga Indonesia Bertransaksi dengan Uang Elektronik)
Tren penggunaan uang elektronik (e-money) untuk belanja makin menguat di Indonesia. Lonjakan transaksi uang elektronik sebesar 65,49% (yoy) hingga mencapai Rp524,89 triliun pada Januari–Juli 2025 menunjukkan akselerasi kuat menuju masyarakat tanpa uang tunai di Indonesia.
Hal tersebut didorong oleh tingginya adopsi teknologi finansial, preferensi konsumen terhadap kemudahan transaksi digital, dan efektivitas kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam mendorong sistem pembayaran berbasis QRIS dan e-wallet.
Tren ini tidak hanya menggeser dominasi kartu ATM/debit dan kredit, tetapi juga membuka peluang besar bagi inklusi keuangan, efisiensi ekonomi, serta potensi perluasan basis pajak digital di masa depan.
Namun, meningkatnya transaksi belanja menggunakan uang elektronik perlu diimbangi dengan perluasan infrastruktur digital, yang saat ini masih terkonsentrasi di kota-kota besar, agar masyarakat di daerah terpencil/terluar juga dapat menikmati transaksi belanja menggunakan e-money.
Berikut ini jumlah uang elektronik dan alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) yang beredar di masyarakat per Juli 2025:
- Uang elektronik: 1.004,02 juta unit
- Kartu ATM/Debit: 2.249,37 juta unit
- Kartu Kredit: 130,85 juta unit
Adapun berikut ini jumlah transaksi belanja menggunakan uang elektronik dan alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) periode Januari-Juli 2025:
- Uang elektronik: 10,26 miliar transaksi
- ATM/Debit: 665,13 juta kali transaksi
- Kartu kredit: 288,32 juta transaksi transaksi
(Baca: Kepemilikan Kartu Kredit Indonesia Rendah di ASEAN)