Jumlah pekerja di Kabupaten Sumba Barat Daya mengalami trend kenaikan dalam 14 tahun terakhir. Kondisi yang berbeda terlihat usai covid dalam lima tahun terakhir, jumlah pekerja dalam tren turun. Tercatat pada tahun 2022 jumlah pekerja sebanyak 175,81 ribu pekerja, kemudian jumlahnya naik dari tahun sebelumnya sebanyak 2.220 pekerja menjadi 160,89 ribu pekerja pada tahun 2024.
Data penduduk yang bekerja ini dihasilkan dari survei sakernas tahunan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Definisi penduduk yang bekerja dalam metode survei sakernas di definisikan seperti berikut. Penduduk adalah mereka yang telah berusia 15 tahun ke atas.
(Baca: Persentase Penduduk Miskin Periode 2013-2024)
Arti penduduk yang bekerja yakni mereka yang melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan paling sedikit selama satu jam dalam seminggu terakhir. Bekerja selama satu jam tersebut harus dilakukan berturut-turut dan tidak terputus.
Sementara itu, BPS merilis tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Sumba Barat Daya mencapai 2,64% pada 2024. Angka ini bertambah 0,57% dibandingkan Desember 2023 yang tercatat 2,08%. Sementara, dibandingkan dengan Desember 2022, angkanya naik 0,67%.
(Baca: Keadaan Angkatan Kerja di Kabupaten Gunung Kidul pada 2024)
Naiknya tingkat pengangguran terbuka (TPT) tak terlepas dari data jumlah angkatan kerja di wilayah ini. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Sumba Barat Daya dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2022 tercatat 179,34 ribu pekerja, pada 2023 kemudian turun menjadi 162,04 ribu pekerja dan untuk 2024 tercatat sebanyak 165,26 ribu pekerja.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 385 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2024 yakni 4,1%.
Meningkatnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Sumba Barat Daya tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang juga terus meningkat di tahun 2024. Perekonomian di wilayah ini pada 2024 lalu tercatat 3,94 persen. Sebelumnya pada 2023 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 3,06 persen.