Jumlah pekerja di Kabupaten Kudus mengalami trend kenaikan dalam 15 tahun terakhir. Tercatat pada tahun 2022 jumlah pekerja sebanyak 485,05 ribu pekerja, kemudian jumlahnya naik dari tahun sebelumnya sebanyak 28.427 pekerja menjadi 501,71 ribu pekerja pada tahun 2024.
Data penduduk yang bekerja ini dihasilkan dari survei sakernas tahunan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Definisi penduduk yang bekerja dalam metode survei sakernas di definisikan seperti berikut. Penduduk adalah mereka yang telah berusia 15 tahun ke atas.
(Baca: Persentase Pengangguran 2024 di Kabupaten Muna 3,78%)
Arti penduduk yang bekerja yakni mereka yang melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan paling sedikit selama satu jam dalam seminggu terakhir. Bekerja selama satu jam tersebut harus dilakukan berturut-turut dan tidak terputus.
Sementara itu, BPS merilis tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Kudus mencapai 3,19% pada 2024. Angka ini berkurang 0,06% dibandingkan Desember 2023 yang tercatat 3,25%. Sementara, dibandingkan dengan Desember 2022, angkanya turun 0,02%.
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kabupaten Grobogan 869,12 Ribu dan Angka Pengangguran 3,23%)
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) ini, tercermin dari angka penduduk yang bekerja dan jumlah angkatan kerja yang dipublish BPS tahun ini. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Kudus dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2022 tercatat 501,12 ribu pekerja, pada 2023 kemudian mengalami penurunan menjadi 489,16 ribu pekerja dan untuk 2024 tercatat sebanyak 518,22 ribu pekerja.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 328 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2024 yakni 4,1%.
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Kudus tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang juga terus meningkat di tahun 2024. Perekonomian di wilayah ini pada 2024 lalu tercatat 2,78 persen. Sebelumnya pada 2023 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 2,19 persen.