Jumlah pekerja di Kabupaten Sorong Selatan mengalami trend kenaikan dalam 16 tahun terakhir. Kondisi yang berbeda terlihat usai covid dalam enam tahun terakhir, jumlah pekerja dalam tren naik. Tercatat pada tahun 2023 jumlah pekerja sebanyak 26.445 pekerja, kemudian jumlahnya naik dari tahun sebelumnya sebanyak 282 pekerja menjadi 27.747 pekerja pada tahun 2025.
Data penduduk yang bekerja ini dihasilkan dari survei sakernas tahunan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Definisi penduduk yang bekerja dalam metode survei sakernas di definisikan seperti berikut. Penduduk adalah mereka yang telah berusia 15 tahun ke atas.
(Baca: Inflasi Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah di Kota Bengkulu Bulan April Sebesar 0,41%)
Arti penduduk yang bekerja yakni mereka yang melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan paling sedikit selama satu jam dalam seminggu terakhir. Bekerja selama satu jam tersebut harus dilakukan berturut-turut dan tidak terputus.
Sementara itu, Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Sorong Selatan pada Desember 2024, berkurang 0,19% menjadi 2,81% dibandingkan dengan Desember 2023. Sementara dibanding Desember 2022, tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga tercatat turun dari sebelumnya yang mencapai 3,05%.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari BPS. Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
Pengurangan data tingkat pengangguran terbuka (TPT) tahun ini bisa tergambar dari kondisi jumlah angkatan kerja dan jumlah penduduk yang bekerja. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Sorong Selatan mengalami trend kenaikan dalam 18 tahun terakhir. Kemudian usai pandemi covid berakhir, untuk enam tahun terakhir, jumlah angkatan kerja juga dalam tren naik. Tercatat pada tahun 2023 jumlah angkatan kerja sebanyak 27.265 pekerja, kemudian jumlahnya naik dari tahun sebelumnya sebanyak 385 pekerja menjadi 28.645 pekerja pada tahun 2025.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 366 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2024 yakni 4,1%.
Turunnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Sorong Selatan berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi yang anjlok di tahun 2024. Perekonomian di wilayah ini pada 2024 lalu tercatat tiga persen. Sebelumnya pada 2023 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 4,43 persen.
Data Kependudukan di Kabupaten Sorong Selatan:
Jumlah penduduk di Kabupaten Sorong Selatan tercatat 55.904 jiwa data per 2024. Angka ini dalam 13 tahun terakhir terus naik. Dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya, rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) wilayah ini tercatat lebih tinggi. Adapun pertumbuhan lima tahun terakhir, tercatat diangka 3,57%.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Banten 2018 - 2025)
Menurut nominalnya dibandingkan dengan wilayah lain se-provinsi Papua Barat Daya, kabupaten/kota ini masuk dalam urutan lima besar, sementara jika dilihat menurut pulau, kabupaten/kota ini ada di urutan 32.
Berikut ini jumlah penduduk menurut umur di Kabupaten Sorong Selatan pada Juni 2024 bersumber dari publikasi BPS :
- Umur 0-4 tahun 3,74 ribu jiwa (6,69%)
- Umur 5-9 tahun 6,68 ribu jiwa (11,95%)
- Umur 10-14 tahun 6,68 ribu jiwa (11,95%)
- Umur 15-19 tahun 5,42 ribu jiwa (9,69%)
- Umur 20-24 tahun 5,15 ribu jiwa (9,22%)
- Umur 25-29 tahun 5,17 ribu jiwa (9,24%)
- Umur 30-34 tahun 4,5 ribu jiwa (8,06%)
- Umur 35-39 tahun 4,31 ribu jiwa (7,71%)
- Umur 40-44 tahun 3,58 ribu jiwa (6,4%)
- Umur 45-49 tahun 3,04 ribu jiwa (5,44%)
- Umur 50-54 tahun 2,27 ribu jiwa (4,06%)
- Umur 55-59 tahun 1,89 ribu jiwa (3,38%)
- Umur 60-64 tahun 1,48 ribu jiwa (2,65%)
- Umur 65-69 tahun 0,92 ribu jiwa (1,65%)
- Umur 70-74 tahun 0,59 ribu jiwa (1,05%)
- Umur lebih dari 75 tahun 0,48 ribu jiwa (0,87%)