Jumlah pekerja di Kabupaten Bangka Barat mengalami trend kenaikan dalam 15 tahun terakhir dan berlanjut pasca covid. Dalam lima tahun terakhir, jumlah pekerja juga ikut tren naik. Tercatat pada tahun 2022 jumlah pekerja sebanyak 107,25 ribu pekerja kemudian jumlahnya naik menjadi 109,05 ribu pekerja pada tahun 2024.
Data penduduk yang bekerja ini dihasilkan dari survei sakernas tahunan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Definisi penduduk yang bekerja dalam metode survei sakernas di definisikan seperti berikut. Penduduk adalah mereka yang telah berusia 15 tahun ke atas.
(Baca: Persentase Pengangguran 2024 di Kabupaten Magetan 3,28%)
Arti penduduk yang bekerja yakni mereka yang melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan paling sedikit selama satu jam dalam seminggu terakhir. Bekerja selama satu jam tersebut harus dilakukan berturut-turut dan tidak terputus.
Sementara itu, Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Bangka Barat pada Desember 2024, bertambah 0,11% menjadi 4,88% dibandingkan dengan Desember 2023. Sementara dibanding Desember 2022, tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga tercatat naik dari sebelumnya yang sebesar 4,86%.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) menurut kabupaten kota adalah data mentah yang bersumber dari BPS. Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2023.
nama_kab
Naiknya tingkat pengangguran terbuka (TPT) tak terlepas dari data jumlah angkatan kerja di wilayah ini. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Bangka Barat dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2022 tercatat 112,73 ribu pekerja, pada 2023 kemudian turun menjadi 112,27 ribu pekerja dan untuk 2024 tercatat sebanyak 114,64 ribu pekerja.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 168 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2024 yakni 4,1%.
Meningkatnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Bangka Barat tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi yang naik signifikan di tahun 2024. Perekonomian di wilayah ini pada 2024 lalu tercatat 5,47 persen. Sebelumnya pada 2023 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 2,52 persen.
Data Kependudukan di Kabupaten Bangka Barat:
Jumlah penduduk di Kabupaten Bangka Barat tercatat 216,24 ribu jiwa data per 2024. Angka ini bertambah dibanding 2023 dan lebih tinggi dibanding Desember 2021. Dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya, rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) wilayah ini tercatat lebih rendah. Adapun pertumbuhan lima tahun terakhir, tercatat diangka 0,29%.
Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di provinsi Kep. Bangka Belitung, jumlah penduduk Kabupaten Bangka Barat masuk dalam urutan lima besar, sementara jika dilihat menurut pulau, kabupaten/kota ini ada di urutan 100.
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kota Palu 192,38 Ribu dan Angka Pengangguran 5,63%)
Pada 2024, mayoritas penduduk Kabupaten Bangka Barat di dominasi oleh usia produktif (umur pada rentang 15-59 tahun) jumlahnya mencapai 142,89 ribu atau 66,08% dari total populasi. Sedangkan usia anak-anak (umur 0-14 tahun) serta usia lanjut yang berumur lebih dari 60 tahun masing-masing sebesar 24,6% dan 9,32%.
Berikut ini jumlah penduduk menurut umur di Kabupaten Bangka Barat pada Juni 2024 bersumber dari publikasi BPS :
- Umur 0-4 tahun 13,11 ribu jiwa (6,06%)
- Umur 5-9 tahun 18,74 ribu jiwa (8,67%)
- Umur 10-14 tahun 21,34 ribu jiwa (9,87%)
- Umur 15-19 tahun 19,98 ribu jiwa (9,24%)
- Umur 20-24 tahun 18,67 ribu jiwa (8,63%)
- Umur 25-29 tahun 15,66 ribu jiwa (7,24%)
- Umur 30-34 tahun 15,04 ribu jiwa (6,96%)
- Umur 35-39 tahun 18,64 ribu jiwa (8,62%)
- Umur 40-44 tahun 18,67 ribu jiwa (8,63%)
- Umur 45-49 tahun 15,29 ribu jiwa (7,07%)
- Umur 50-54 tahun 11,98 ribu jiwa (5,54%)
- Umur 55-59 tahun 8,97 ribu jiwa (4,15%)
- Umur 60-64 tahun 7,21 ribu jiwa (3,33%)
- Umur 65-69 tahun 5,49 ribu jiwa (2,54%)
- Umur 70-74 tahun 3,78 ribu jiwa (1,75%)
- Umur lebih dari 75 tahun 3,67 ribu jiwa (1,7%)