Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Pati pada Desember 2025, berkurang 0,16 persen menjadi 3,71 persen dibandingkan dengan Desember 2024. Dalam delapan semester terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) terus bergerak naik dengan laju peningkatan lebih tinggi dibandingkan dengan semester sebelumnya.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
(Baca: Statistik Populasi Sapi Potong Jantan yang Bisa Dipotong Periode 2013-2025)
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kota Yogyakarta | 2024)
Sejak Desember 2018, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Pati menunjukkan tren kenaikan dari sisi jumlah. Sementara untuk kondisi enam semester pasca pandemi Covid-19 yang berlangsung mulai Maret 2020 juga diikuti dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun di Kabupaten Pati.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 275 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2025 yakni 4,2 persen .
Pengurangan data tingkat pengangguran terbuka (TPT) tahun ini bisa tergambar dari kondisi jumlah angkatan kerja dan jumlah penduduk yang bekerja. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Pati mengalami trend kenaikan dalam 18 tahun terakhir. Kondisi yang berbeda terlihat usai covid dalam enam tahun terakhir, jumlah angkatan kerja dalam tren naik. Tercatat pada tahun 2023 jumlah angkatan kerja sebanyak 790,18 ribu pekerja kemudian jumlahnya naik menjadi 850,57 ribu pekerja pada tahun 2025.
Sedangkan untuk jumlah penduduk yang bekerja, Jumlah pekerja di Kabupaten Pati dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2023 tercatat 756,27 ribu pekerja, pada 2024 kemudian meningkat menjadi 805,93 ribu pekerja dan untuk 2025 tercatat sebanyak 836,04 ribu pekerja.
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Pati tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang juga terus meningkat di tahun 2024. Perekonomian di wilayah ini pada 2024 lalu tercatat 5,13 persen. Sebelumnya pada 2023 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 5,02 persen .
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terbesar di provinsi Jawa Tengah pada 2025 yakni :
- Kabupaten Brebes 8,09 persen
- Kabupaten Tegal 7,61 persen
- Kabupaten Cilacap 7,4 persen
- Kabupaten Pemalang 6,61 persen
- Kabupaten Banyumas 6,26 persen
- Kota Tegal 5,82 persen
- Kota Semarang 5,65 persen
- Kabupaten Banjarnegara 5,39 persen
- Kabupaten Batang 5,07 persen
- Kabupaten Kebumen 4,95 persen
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terkecil pada 2025 yakni :
- Kabupaten Wonogiri 2,16 persen
- Kabupaten Temanggung 2,31 persen
- Kabupaten Rembang 2,9 persen
- Kabupaten Boyolali 2,97 persen
- Kabupaten Grobogan 3,12 persen
- Kabupaten Pekalongan 3,24 persen
- Kabupaten Kudus 3,24 persen
- Kabupaten Karanganyar 3,26 persen
- Kabupaten Jepara 3,3 persen
- Kabupaten Sragen 3,49 persen