Indonesia Impor Buku Cetak Senilai US$ 0,94 Juta dari Libanon pada 2023


Nama Data | Nilai |
---|---|
Buku cetak; koran; gambar | 941 |
Kakao | 71 |
Pohon hidup | 60 |
Tembakau | 42 |
Reaktor nuklir; boiler; mesin | 14 |
Plastik | 11 |
Tembaga | 2 |
Kertas | 1 |
Mutiara alami atau berbudaya | 1 |
Artikel kulit; Saddlery | 1 |
- A Font Kecil
- A Font Sedang
- A Font Besar
Indonesia membukukan impor dengan Libanon senilai US$ 1,15 juta data per Desember 2023. Nilai turun drastis 39,1% dibandingkan impor tahun sebelumnya yang tercatat senilai US$ 1,89 juta.
Rekam jejak perdagangan Indonesia dengan Libanon, impor dalam 10 tahun terakhir telah banyak berkurang. Terendah impor Indonesia adalah US$ 1,15 juta dan untuk impor tertinggi di angka US$ 6,37 juta.
(Baca: Indonesia Paling Banyak Impor Bahan Bakar Mineral dari Kazakhstan pada 2023)
Dari total 97 produk (kode HS dua digit) yang diimpor dari Libanon, 39 produk bernilai lebih dari satu miliar dolar. Selain itu menurut data Trademap, dari negara ini terdapat 13 produk utama Indonesia yang diimpor setiap tahun. Artinya, ada ketergantungan cukup besar untuk produk-produk impor tersebut. Lainnya, sebagian besar produk merupakan impor produk yang juga banyak diimpor dari negara lain.
Berikut ini adalah daftar lima produk utama yang diimpor Indonesia dari Libanon. Urutan ini disusun mulai dari transaksi dengan nilai yang terbesar.
- Buku cetak, surat kabar, gambar, dan produk lain dari industri percetakan
- Persiapan kakao dan kakao
- Pohon hidup dan tanaman lain
- Tembakau dan pengganti tembakau yang diproduksi
- Reaktor nuklir, boiler, mesin dan peralatan mekanis
Masuk dalam kode HS 49, Buku cetak, surat kabar, gambar, dan produk lain dari industri percetakan merupakan kelompok produk barang impor yang dikategorikan bersama dengan naskah ,. Impor produk ini dari Libanon berada di urutan pertama. Indonesia mengimpor US$ 0,94 juta. Nilai impor Buku cetak, surat kabar, gambar, dan produk lain dari industri percetakan; naskah, ini lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mampu menembus US$ 1.629 ribu.
Persiapan kakao dan kakao dengan kode HS 18. Indonesia mengimpor US$ 71 ribu.
Indonesia juga mengimpor senilai US$ 60 ribu Pohon hidup dan tanaman lain dari Libanon. Pada tahun sebelumnya Indonesia tidak mencatat adanya impor dari negara ini. Indonesia tercatat mengimpor produk ini dari satu negara. Impor Pohon hidup dan tanaman lain dari Libanon tercatat merupakan yang terbesar. Negara lain yang masuk lima besar suplier produk impor ini ke Indonesia adalah Belanda, Kolumbia, Italia, Jerman dan Ekuador.
(Baca: Inilah Produk yang Banyak Diimpor Indonesia dari Nikaragua pada 2023)
Produk lainnya, Indonesia juga tercatat banyak mengimpor Tembakau dan pengganti tembakau yang diproduksi dari Libanon. Nilai impor produk ini pada 2023 US$ 42 ribu. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mampu menembus US$ 114 ribu. Selain Libanon, Indonesia juga mengandalkan impor Tembakau dan pengganti tembakau yang diproduksi dari Cina, Uni Emirat Arab, Polandia, Jerman dan Brazil. Selain negara utama tersebut, Indonesia tercatat mengimpor produk ini dari -4 negara lainnya.
Masuk dalam kode HS 84, Reaktor nuklir, boiler, mesin dan peralatan mekanis merupakan kelompok produk barang impor yang dikategorikan bersama dengan Bagian. Indonesia mengimpor sebanyak US$ 14 ribu. Selain Libanon, Indonesia juga mengandalkan impor Reaktor nuklir, boiler, mesin dan peralatan mekanis dari Cina, Jerman, Amerika Serikat, Jepang dan Italia. Selain negara utama tersebut, Indonesia tercatat mengimpor produk ini dari -4 negara lainnya.