PDRB ADHK sektor industri makanan dan minuman di Bengkulu tercatat 2,7% menjadi Rp2.685,17 miliar data per 2024. Menurut rekam jejaknya, pertumbuhan tertinggi di provinsi ini sebelumnya pernah terjadi pada 2012 sebesar 8,67%. Sedangkan rata-rata enam tahun terakhir PDRB ADHK sektor industri makanan dan minuman tumbuh dengan angka 1,85%.
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Sektor Utama Penggerak Perekonomian di Kota Lhokseumawe pada 2025)
Badan Pusat Statistik (BPS) menghimpun data PDRB ADHK sektor industri makanan dan minuman di seluruh provinsi Indonesia. Dari hasil pendataan, berikut ini adalah 10 provinsi yang paling banyak mendapatkan poin PDRB ADHK sektor industri makanan dan minuman di tanah air.
Urutan pertama adalah Jawa Timur, wilayah ini mencatatkan hingga Rp236,76 triliun. Provinsi ini mencatatkan peningkatan Rp16,61 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kab. Gresik | 2024)
Setelahnya Jawa Tengah di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, PDRB ADHK sektor industri makanan dan minuman di provinsi ini tumbuh 6,57%. Periode yang sama tahun sebelumnya PDRB ADHK sektor industri makanan dan minuman di provinsi ini tercatat Rp147,57 triliun.
Selanjutnya, PDRB ADHK sektor industri makanan dan minuman di Riau naik 2,77% menjadi Rp130,45 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, Jawa Barat dengan PDRB ADHK sektor industri makanan dan minuman Rp98,42 triliun (naik 7,76%) dan PDRB ADHK sektor industri makanan dan minuman di Sumatera Utara naik 4,4% menjadi Rp79,79 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
Berikut ini sepuluh provinsi dengan PDRB ADHK sektor industri makanan dan minuman tertinggi pada 2024:
- Jawa Timur Rp236,76 triliun
- Jawa Tengah Rp157,26 triliun
- Riau Rp130,45 triliun
- Jawa Barat Rp98,42 triliun
- Sumatera Utara Rp79,79 triliun
- Lampung Rp43,34 triliun
- Sulawesi Selatan Rp29,06 triliun
- Sumatera Selatan Rp28,24 triliun
- Banten Rp24,23 triliun
- Kalimantan Barat Rp19,67 triliun