Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kota Banda Aceh, pada 2025 tercatat Rp27,94 triliun. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 4,66% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp26,02 triliun.
Meskipun demikian menurut data historisnya, dibandingkan dengan masa setelah pandemi covid, pertumbuhan di wilayah ini terlihat tidak lebih baik karena mencatatkan pertumbuhan yang lebih rendah.
(Baca: Harga Cabai Merah di Pasar Tradisional Periode Mei 2025-2026)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 262,96 ribu jiwa (data 2024), PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp104,26 juta/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 85.
Dari 16 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib menjadi unggulan.
Untuk urutan pertama adalah sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib. Pada 2025 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp6,23 jutajuta. PDRB ini tumbuh 5,55%.
Di urutan kedua adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 3,51% menjadi Rp5,91 jutajuta, kemudian PDRB sektor transportasi dan pergudangan yang kali ini diurutan ketiga tumbuh 8,93% menjadi Rp3,2 jutajuta.
Selain itu, sektor lainnya yang memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah jasa pendidikan dengan PDRB Rp1,99 jutajuta.
(Baca: Harga Gula Pasir di Pasar Modern Periode Mei 2025-2026)
Distribusi PDRB di Kota Banda Aceh pada 2025
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kota Banda Aceh ini adalah sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib dengan kontribusi mencapai 19,89%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor transportasi dan pergudangan, sektor informasi dan komunikasi, dan sektor real estate.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Industri Pengolahan,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas dan Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang.