Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan PDRB ADHB sektor pergudangan dan jasa penunjang angkutan; pos dan kurir di Sumatera Utara angkanya berada di atas rata-rata nasional.
Publikasi data statistik 2024, Sumatera Utara mencatatkan angka sebesar Rp11,51 triliun atau berada di urutan empat dibandingkan 38 provinsi lainnya. Angka ini bertambah dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp10,78 triliun
(Baca: Jumlah Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin di Kota Salatiga 2024)
DKI Jakarta berada di urutan pertama dengan PDRB ADHB sektor pergudangan dan jasa penunjang angkutan; pos dan kurir mencapai Rp55,68 triliun. Angka ini mencapai 12 kali dibandingkan dengan rata-rata nasional.
Berikutnya ada Jawa Timur, Kalimantan Timur, dan Sumatera Utara. Sementara Papua Pegunungan menempati posisi terbawah dengan PDRB ADHB sektor pergudangan dan jasa penunjang angkutan; pos dan kurir hanya berjumlah Rp4,49 miliar.
Berikut ini sepuluh provinsi dengan PDRB ADHB sektor pergudangan dan jasa penunjang angkutan; pos dan kurir dari yang terbesar update data per 2024 yakni :
- DKI Jakarta Rp55,68 triliun
- Jawa Timur Rp38,99 triliun
- Kalimantan Timur Rp13,39 triliun
- Sumatera Utara Rp11,51 triliun
- Banten Rp11,01 triliun
- Jawa Barat Rp6.941,43 miliar
- Sulawesi Selatan Rp4.482,13 miliar
- Sumatera Barat Rp3.432,53 miliar
- Jawa Tengah Rp3176.5 miliar
- Kalimantan Utara Rp2999.7 miliar
(Baca: Nilai PDRB ADHB Pengadaan Air Pengelolaan Sampah Limbah dan Daur Ulang Periode 2013-2025)
Secara umum, rata-rata PDRB ADHB sektor pergudangan dan jasa penunjang angkutan; pos dan kurir di Indonesia adalah Rp4.538,97 miliar pada 2024.