Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan jumlah pendapatan asli daerah di Nusa Tenggara Barat berada di bawah rata-rata nasional.
Publikasi data statistik 2024, Nusa Tenggara Barat mencatatkan angka sebanyak Rp2348,66 miliar atau berada di urutan 17 dibandingkan 38 provinsi lainnya. Angka ini berkurang dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp2790,07 miliar
(Baca: Populasi Sapi Potong Jantan yang Bisa Dipotong Periode 2013-2025)
Sementara di urutan pertama ditempati oleh DKI Jakarta. Jumlah pendapatan asli daerah di wilayah ini sebanyak Rp50,74 triliun .
Berikutnya ada Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Sementara Papua Selatan menempati posisi terbawah dengan jumlah pendapatan asli daerah sebanyak Rp122,11 miliar .
Berikut ini sepuluh provinsi dengan jumlah pendapatan asli daerah dari yang terbesar update data per 2024 yakni :
- DKI Jakarta Rp50,74 triliun
- Jawa Timur Rp16,78 triliun
- Jawa Barat Rp16,77 triliun
- Jawa Tengah Rp15,92 triliun
- Sumatera Utara Rp8444,63 miliar
- Banten Rp7361,11 miliar
- Sulawesi Selatan Rp4727,21 miliar
- Kalimantan Timur Rp4394,91 miliar
- Riau Rp3814,09 miliar
- Bali Rp3777,11 miliar
(Baca: Nilai Investasi PMD Sektor Industri Kimia dan Farmasi Periode 2013-2023)
Secara umum, rata-rata jumlah pendapatan asli daerah di Indonesia adalah Rp4565,1 miliar pada 2024.