Menurut data Bank Indonesia (BI), nilai ekspor SITC kode 81 barang-barang saniter, pemanas dan lain-lain di Kalimantan Selatan pada November 2025 tercatat US$930. Angka ini turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat US$727,68 juta. Dalam delapan tahun terakhir, nilai ekspor SITC kode 81 barang-barang saniter, pemanas dan lain-lain (81) menurut provinsi menunjukkan tren penurunan dan berlanjut pasca covid. Dalam 16 tahun terakhir, nilai ekspor SITC kode 81 barang-barang saniter, pemanas dan lain-lain (81) menurut provinsi juga ikut tren turun.
Sebelumnya menurut rekam jejak delapan tahun terakhir, rekor pertumbuhan tertinggi di Kalimantan Selatan pernah terjadi pada Juli 2024 dengan pertumbuhan dengan angka nilai ekspor SITC kode 81 barang-barang saniter, pemanas dan lain-lain mencapai US$930. Sedangkan rata-rata enam tahun terakhir nilai ekspor SITC kode 81 barang-barang saniter, pemanas dan lain-lain tumbuh dengan angka nan%.
(Baca: Nilai Ujian Tes Terstandar Masuk ke SMA NEGERI 15 DEPOK 2025)
Daftar 10 Terbesar:
Menurut publikasi Bank Indonesia (BI), data per Januari 2026, nilai ekspor SITC kode 81 barang-barang saniter, pemanas dan lain-lain jika ditotal untuk 10 provinsi teratas besarnya mencapai 78.880 ton. Nilai dari jumlah 10 provinsi tersebut, proporsinya mencapai 100% dari total seluruh provinsi.
dan Bali berada di urutan pertama. Di provinsi ini, Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah nilai ekspor SITC kode 81 barang-barang saniter, pemanas dan lain-lain sebanyak 78.880 ton. Perkembangan data bulanan di wilayah ini turun 54,63% dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya.
(Baca: Indeks FAO: Harga Pangan September 2024 Naik)
Berikut ini sepuluh provinsi dengan nilai ekspor SITC kode 81 barang-barang saniter, pemanas dan lain-lain tertinggi pada Januari 2026:
- Bali 78.880 ton
- Sulawesi Utara 8.800 ton
- Kalimantan Selatan 930 ton