Nilai investasi PMA sektor industri kimia dan farmasi di Sumatera Utara tumbuh 145,7% menjadi US$577,07 juta data per 2025. Menurut rekam jejaknya, pertumbuhan tertinggi di provinsi ini sebelumnya pernah terjadi pada 1998 dengan angka nilai investasi PMA sektor industri kimia dan farmasi mencapai US$577,07 juta dan untuk rata-rata dalam enam tahun terakhir yakni sebesar 141.31%.
Urutan pertama adalah Banten, wilayah ini mencatatkan hingga US$1,45 miliar. Provinsi ini mencatatkan peningkatan US$486,6 juta dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
(Baca: Populasi Sapi Potong di Kalimantan Selatan | 2025)
Menyusul di urutan berikutnya adalah Sulawesi Tengah. Jumlah nilai investasi PMA sektor industri kimia dan farmasi di provinsi ini dilaporkan US$645,8 juta. Sedangkan untuk statistik tahunan jumlah nilai investasi PMA sektor industri kimia dan farmasi terlihat turun 60,59% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak US$1,64 miliar.
Berikutnya, nilai investasi PMA sektor industri kimia dan farmasi di Sumatera Utara naik 145,7% menjadi US$577,07 juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai investasi PMA sektor industri kimia dan farmasi di Jawa Barat turun 27,38% menjadi US$465,71 juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dan nilai investasi PMA sektor industri kimia dan farmasi di Jawa Timur turun 4,31% menjadi US$296,55 juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
(Baca: PDRB ADHK Sektor Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya Periode 2013-2024)
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi yang mencatatkan nilai investasi PMA sektor industri kimia dan farmasi dengan jumlah tertinggi:
- Banten US$1,45 miliar
- Sulawesi Tengah US$645,8 juta
- Sumatera Utara US$577,07 juta
- Jawa Barat US$465,71 juta
- Jawa Timur US$296,55 juta
- Jawa Tengah US$109,62 juta
- DKI Jakarta US$90,04 juta
- Riau US$76,57 juta
- Kalimantan Timur US$71,59 juta
- Kep. Riau US$34,19 juta