Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat populasi sapi potong di Kalimantan Selatan pada tahun 2025 sebesar 116.491 ekor, mengalami pertumbuhan sebesar 3,66% dibandingkan tahun sebelumnya (112.376 ekor) dengan selisih 4.115 ekor. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024) yang mencapai sekitar 143.534 ekor, populasi tahun 2025 lebih rendah. Sementara rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) sekitar 138.241 ekor, populasi 2025 juga berada di bawah level tersebut. Pertumbuhan tertinggi dalam data historis terjadi pada 2003 sebesar 8,7%, sedangkan penurunan terendah terjadi pada 2011 turun 39,32%. Pada tahun 2025, Kalimantan Selatan menempati peringkat 1 di pulau Kalimantan dan peringkat 35 secara nasional, naik dua peringkat dari tahun 2024.
(Baca: PDRB ADHK Sektor Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya Periode 2013-2024)
Dari tahun 2000 hingga 2010, populasi sapi potong Kalimantan Selatan terus meningkat dari 143.416 ekor menjadi 228.545 ekor, dengan setiap tahun mengalami kenaikan kecuali tidak ada penurunan. Namun pada 2011 terjadi penurunan drastis menjadi 138.691 ekor, yang merupakan penurunan terbesar dalam rentang data historis. Setelah itu, populasi berfluktuasi dengan kenaikan dan penurunan hingga tahun 2023 yang mencapai 169.253 ekor, lalu turun menjadi 96.021 ekor pada 2024 sebelum naik kembali pada 2025. Fluktuasi ini menunjukkan bahwa populasi sapi potong di provinsi ini tidak stabil, dengan beberapa periode mengalami penurunan yang signifikan akibat faktor-faktor yang tercermin dalam data.
Kalimantan Selatan menempati peringkat 1 di pulau Kalimantan pada tahun 2025, menunjukkan posisinya sebagai provinsi dengan populasi sapi potong terbesar di pulau tersebut. Secara nasional, provinsi ini berada di peringkat 35, naik dua peringkat dari tahun 2024. Dibandingkan Gorontalo di Sulawesi yang memiliki populasi 162.935 ekor (peringkat 7 di Sulawesi, 33 nasional) dan pertumbuhan 2,84%, Kalimantan Selatan memiliki populasi yang lebih rendah namun pertumbuhan yang sedikit lebih tinggi. Sementara Jambi di Sumatera dengan populasi 114.060 ekor (peringkat13 di Sumatera,37 nasional) dan pertumbuhan1,02% memiliki populasi dan pertumbuhan yang lebih rendah dibandingkan Kalimantan Selatan.
Gorontalo: Populasi Sapi Potong yang Stabil dengan Pertumbuhan Konsisten
Gorontalo, provinsi di pulau Sulawesi, memiliki populasi sapi potong sebesar 162.935 ekor pada tahun 2025, mengalami pertumbuhan sebesar 2,84% dibandingkan tahun sebelumnya dengan selisih 4.499 ekor. Peringkat provinsi ini di pulau Sulawesi adalah 7, dan secara nasional berada di urutan 33. Rata-rata populasi sapi potong Gorontalo dalam tiga tahun terakhir (2023-2025) sekitar 158.246 ekor, menunjukkan bahwa pertumbuhan tahun 2025 tetap berada di level yang stabil dibandingkan periode tersebut. Dibandingkan Kalimantan Selatan, populasi Gorontalo lebih tinggi sekitar 46.444 ekor, namun laju pertumbuhannya sedikit lebih rendah sebesar 0,82 persen poin. Posisi peringkat nasional Gorontalo juga lebih tinggi dua peringkat dibandingkan Kalimantan Selatan, menunjukkan bahwa populasi sapi potong di provinsi ini lebih besar dibandingkan sebagian besar provinsi di Indonesia.
Gorontalo vs Kalimantan Selatan: Perbandingan Populasi dan Pertumbuhan
Meskipun populasi sapi potong Gorontalo lebih tinggi dibandingkan Kalimantan Selatan, laju pertumbuhannya sedikit lebih rendah. Pada tahun 2025, Gorontalo mengalami pertumbuhan 2,84% sementara Kalimantan Selatan 3,66%. Rata-rata pertumbuhan Gorontalo dalam lima tahun terakhir (2021-2025) sekitar 2,2%, sedangkan Kalimantan Selatan sekitar 10,1% meskipun dipengaruhi oleh penurunan drastis pada 2024. Peringkat Gorontalo di pulau Sulawesi adalah 7, yang menunjukkan bahwa masih ada enam provinsi di Sulawesi dengan populasi sapi potong lebih besar, sementara Kalimantan Selatan menduduki peringkat 1 di Kalimantan. Secara nasional, Gorontalo berada di peringkat 33, dua peringkat di atas Kalimantan Selatan yang berada di 35.
(Baca: Produksi Telur Itik/Itik Manila Periode 2013-2025)
Jambi: Populasi Sapi Potong dengan Pertumbuhan Lambat
Provinsi Jambi di pulau Sumatera memiliki populasi sapi potong sebesar 114.060 ekor pada tahun 2025, dengan pertumbuhan sebesar 1,02% dibandingkan tahun sebelumnya dan selisih 1.154 ekor. Peringkat Jambi di pulau Sumatera adalah 13, dan secara nasional berada di urutan 37. Rata-rata populasi sapi potong Jambi dalam lima tahun terakhir (2021-2025) sekitar 110.447 ekor, menunjukkan bahwa pertumbuhan tahun 2025 masih berada di bawah rata-rata pertumbuhan periode tersebut. Dibandingkan Kalimantan Selatan, populasi Jambi sedikit lebih rendah sebesar 2.431 ekor, dan laju pertumbuhannya jauh lebih rendah sebesar 2,64 persen poin. Peringkat nasional Jambi juga lebih rendah dua peringkat dibandingkan Kalimantan Selatan, menandakan bahwa populasi sapi potong di provinsi ini lebih kecil dibandingkan sebagian besar provinsi lain di Indonesia.
Jambi di Konteks Pulau Sumatera
Di pulau Sumatera, Jambi menempati peringkat 13 dalam populasi sapi potong tahun 2025, menunjukkan bahwa provinsi ini berada di bawah sebagian besar provinsi di pulau tersebut. Populasi sapi potong Jambi hanya sedikit lebih rendah dibandingkan Kalimantan Selatan, namun laju pertumbuhannya jauh lebih lambat. Rata-rata pertumbuhan Jambi dalam tiga tahun terakhir (2023-2025) sekitar 1,5%, yang jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan Kalimantan Selatan pada periode yang sama sebesar 5,2%. Hal ini menunjukkan bahwa populasi sapi potong di Jambi berkembang dengan lebih lambat dibandingkan Kalimantan Selatan, meskipun kedua provinsi memiliki populasi yang relatif sama besar pada tahun 2025.
Perbandingan Nasional: Kalimantan Selatan, Gorontalo, dan Jambi
Secara nasional, ketiga provinsi ini berada di peringkat menengah ke bawah dalam populasi sapi potong tahun 2025. Gorontalo berada di peringkat 33, Kalimantan Selatan di 35, dan Jambi di 37. Populasi Gorontalo adalah yang tertinggi di antara ketiganya, diikuti oleh Kalimantan Selatan dan Jambi. Laju pertumbuhan tertinggi dimiliki oleh Kalimantan Selatan (3,66%), diikuti oleh Gorontalo (2,84%) dan Jambi (1,02%). Rata-rata populasi ketiga provinsi dalam lima tahun terakhir menunjukkan bahwa Gorontalo memiliki populasi yang paling stabil, sementara Kalimantan Selatan mengalami fluktuasi yang cukup besar akibat penurunan drastis pada 2011 dan 2024. Jambi, di sisi lain, memiliki pertumbuhan yang konsisten namun lambat selama periode tersebut.