Menurut publikasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), data per 2023, nilai investasi PMA sektor hotel dan restoran jika ditotal untuk 10 provinsi teratas besarnya mencapai US$462,48 juta. Nilai dari jumlah 10 provinsi tersebut, proporsinya mencapai 91,16% dari total seluruh provinsi.
Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bali tercatat dengan nilai investasi PMA sektor hotel dan restoran terbanyak, yaitu US$127,29 juta. nilai investasi PMA sektor hotel dan restoran di Bali saat ini setara dengan 25,09% dari total seluruh provinsi.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Nusa Tenggara Barat 2018 - 2024)
Setelahnya DKI Jakarta di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai investasi PMA sektor hotel dan restoran di provinsi ini tumbuh -4,67%. Jumlah nilai investasi PMA sektor hotel dan restoran di provinsi ini dilaporkan US$72,1 juta. Sedangkan untuk statistik tahunan jumlah nilai investasi PMA sektor hotel dan restoran terlihat turun 4,67% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak US$75,63 juta.
Berikutnya, Banten dengan nilai investasi PMA sektor hotel dan restoran US$52,54 juta (naik 183,08%), Nusa Tenggara Timur dengan nilai investasi PMA sektor hotel dan restoran US$50,33 juta (naik 290,8%) dan Jawa Barat dengan nilai investasi PMA sektor hotel dan restoran US$46,81 juta (naik 3,07%)
(Baca: Jumlah Kepala Sekolah dan Guru SMA Swasta Periode 2016-2024)
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi yang mencatatkan nilai investasi PMA sektor hotel dan restoran dengan jumlah tertinggi:
- Bali US$127,29 juta
- DKI Jakarta US$72,1 juta
- Banten US$52,54 juta
- Nusa Tenggara Timur US$50,33 juta
- Jawa Barat US$46,81 juta
- Kep. Riau US$36,23 juta
- Nusa Tenggara Barat US$33,15 juta
- Jawa Timur US$18.660 ribu
- Jawa Tengah US$15,78 juta
- Sulawesi Utara US$9566.9 ribu