Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rata-rata indeks inklusi keuangan untuk 10 provinsi teratas data per 2022 adalah 85,19%.
Indeks inklusi keuangan tersebut naik 10,02% dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: Indonesia Paling Banyak Impor Reaktor Nuklir dari Jerman. pada 2023)
Urutan pertama adalah DKI Jakarta, wilayah ini mencatatkan hingga 96,62%. Provinsi ini mencatatkan peningkatan 1,86% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sumatera utara berada di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, indeks inklusi keuangan di provinsi ini tumbuh 1,7%. Jumlah indeks inklusi keuangan di provinsi ini dilaporkan 95,58%. Sedangkan untuk statistik tahunan jumlah indeks inklusi keuangan terlihat naik 1,7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 93,98%.
Berikutnya, indeks inklusi keuangan di Kalimantan Timur naik 0,93% menjadi 93,25% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, indeks inklusi keuangan di Jawa Timur naik 5,72% menjadi 92,99% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dan indeks inklusi keuangan di Bali turun 0,75% menjadi 92,21% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
(Baca: Indonesia Ekspor Kertas Senilai US$ 0,22 Juta ke Eritrea. pada 2023)
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi dengan indeks inklusi keuangan poin tertinggi:
- DKI Jakarta 96,62 %
- Sumatera Utara 95,58 %
- Kalimantan Timur 93,25 %
- Jawa Timur 92,99 %
- Bali 92,21 %
- Kalimantan Utara 91,69 %
- Aceh 89,87 %
- Sumatera Selatan 88,57 %
- Gorontalo 88,57 %
- Sulawesi Selatan 88,57 %