Indeks inklusi keuangan di Bengkulu tumbuh 2,91% menjadi 88,05% data per 2022. Menurut rekam jejaknya, pertumbuhan tertinggi di provinsi ini sebelumnya pernah terjadi pada 2019 sebesar 27,19%. Adapun dalam tiga tahun terakhir, indeks inklusi keuangan tercatat dengan rata-rata pertumbuhan sebesar nan%
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa Kota Pagar Alam | 2024)
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rata-rata indeks inklusi keuangan untuk 10 provinsi teratas data per 2022 adalah 85,19%.
Indeks inklusi keuangan tersebut naik 10,02% dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: Nilai PDRB ADHB Jasa Keuangan dan Asuransi Periode 2013-2025)
DKI Jakarta berada di urutan pertama. Di provinsi ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah indeks inklusi keuangan sebanyak 96,62%. Perkembangan data tahunan di wilayah ini naik 1,96% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Sumatera utara berada di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, indeks inklusi keuangan di provinsi ini tumbuh 1,7%. Jumlah indeks inklusi keuangan di provinsi ini dilaporkan 95,58%. Sedangkan untuk statistik tahunan jumlah indeks inklusi keuangan terlihat naik 1,7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 93,98%.
Berikutnya, indeks inklusi keuangan di Kalimantan Timur naik 0,93% menjadi 93,25% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, indeks inklusi keuangan di Jawa Timur naik 5,72% menjadi 92,99% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dan indeks inklusi keuangan di Bali turun 0,75% menjadi 92,21% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
Berikut ini sepuluh provinsi dengan indeks inklusi keuangan tertinggi pada 2022:
- DKI Jakarta 96,62 %
- Sumatera Utara 95,58 %
- Kalimantan Timur 93,25 %
- Jawa Timur 92,99 %
- Bali 92,21 %
- Kalimantan Utara 91,69 %
- Aceh 89,87 %
- Sumatera Selatan 88,57 %
- Gorontalo 88,57 %
- Sulawesi Selatan 88,57 %