Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan jumlah pekerja di sektor industri pengolahan di perkotaan dan perdesaan di DKI Jakarta angkanya berada di atas rata-rata nasional.
Publikasi data statistik Agustus 2024, DKI Jakarta mencatatkan angka sebanyak 436,55 ribu pekerja atau berada di urutan lima dibandingkan 38 provinsi lainnya. Angka ini bertambah dibandingkan semester sebelumnya yang tercatat 383,21 ribu pekerja
(Baca: PDRB ADHB di Kota Palembang Menurut Sektor pada 2024)
Jawa Barat berada di urutan pertama dengan jumlah pekerja di sektor industri pengolahan di perkotaan dan perdesaan mencapai 3,38 juta pekerja. Angka ini mencapai sepuluh kali dibandingkan dengan rata-rata nasional.
Berikutnya ada Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten. Sementara Papua Pegunungan menempati posisi terbawah dengan jumlah pekerja di sektor industri pengolahan di perkotaan dan perdesaan sebanyak 150 pekerja.
Berikut ini sepuluh provinsi dengan jumlah pekerja di sektor industri pengolahan di perkotaan dan perdesaan dari yang terbesar update data per 2024 yakni :
- Jawa Barat 3,38 juta pekerja
- Jawa Tengah 2,76 juta pekerja
- Jawa Timur 2,25 juta pekerja
- Banten 1,06 juta pekerja
- DKI Jakarta 436,55 ribu pekerja
- Sumatera Utara 407,73 ribu pekerja
- Lampung 206,44 ribu pekerja
- Kep. Riau 206,24 ribu pekerja
- DI Yogyakarta 196,25 ribu pekerja
- Sulawesi Selatan 160,09 ribu pekerja
(Baca: Nilai Investasi PMD Sektor Jasa Lainnya Periode 2013-2023)
Secara umum, rata-rata jumlah pekerja di sektor industri pengolahan di perkotaan dan perdesaan di Indonesia adalah 324,78 ribu pekerja pada Agustus 2024.