Data per Maret 2025, pertumbuhan garis kemiskinan makanan di perdesaan di Papua Tengah tumbuh 1,1% menjadi 613,5 ribu. Sebelumnya, Papua Tengah pernah mencatatkan rekor pertumbuhan pada September 2024 sebesar 4,66%. Dengan catatan pertumbuhan ini, terlihat bahwa posisi garis kemiskinan makanan di perdesaan terus menguat dalam tiga semester terakhir
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Persentase Penduduk Miskin di Perdesaan Periode 2013-2025)
Menurut publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), data per Maret 2025, garis kemiskinan makanan di perdesaan jika ditotal untuk 10 provinsi teratas besarnya mencapai 6,3 juta. Nilai dari jumlah 10 provinsi tersebut, proporsinya mencapai 35,09% dari total seluruh provinsi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Papua Pegunungan tercatat dengan garis kemiskinan makanan di perdesaan terbanyak, yaitu 849,19 ribu. Garis kemiskinan makanan di perdesaan di Papua Pegunungan saat ini setara dengan 4,73% dari total seluruh provinsi.
(Baca: PDRB ADHB Sektor Ketenagalistrikan Periode 2013-2024)
Berikutnya adalah Kep. Bangka Belitung yang mencatatkan garis kemiskinan makanan di perdesaan 752,79 ribu lebih tinggi periode yang sama semester sebelumnya. Sedangkan untuk data semesteran, garis kemiskinan makanan di perdesaan di provinsi ini naik 7,81% dibandingkan dengan sebelumnya.
Kemudian, garis kemiskinan makanan di perdesaan di Papua Tengah naik 5,81% menjadi 613,5 ribu dibandingkan dengan periode yang sama semester sebelumnya, Kalimantan Timur dengan garis kemiskinan makanan di perdesaan 611,37 ribu (naik 2,06%) dan garis kemiskinan makanan di perdesaan di Kalimantan Utara naik 3,78% menjadi 605,83 ribu dibandingkan dengan periode yang sama semester sebelumnya
Berikut ini sepuluh provinsi dengan garis kemiskinan makanan di perdesaan tertinggi pada Maret 2025:
- Papua Pegunungan 849,19 ribu
- Kep. Bangka Belitung 752,79 ribu
- Papua Tengah 613,5 ribu
- Kalimantan Timur 611,37 ribu
- Kalimantan Utara 605,83 ribu
- Kep. Riau 596,73 ribu
- Papua Barat Daya 591,23 ribu
- Papua Barat 584,74 ribu
- Sumatera Barat 547,9 ribu
- Maluku 545,36 ribu