Badan Pusat Statistik (BPS) mengestimasi rata-rata rata-rata konsumsi rumah tangga untuk telekomunikasi desa di Indonesia mencapai 168,43 ribu. Adapun konsumsi tertinggi yakni mencapai 286,83 ribu dan provinsi dengan konsumsi terendah sebesar 105,96 ribu .
(Baca: Jumlah Rumah Tangga Periode 2013-2024)
Papua Barat berada di urutan pertama. Di provinsi ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah rata-rata konsumsi rumah tangga untuk telekomunikasi desa sebanyak 286,83 ribu. Perkembangan data tahunan di wilayah ini naik 14,94% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Setelahnya Kalimantan Timur di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, rata-rata konsumsi rumah tangga untuk telekomunikasi desa di provinsi ini tumbuh 7,67%. Periode yang sama tahun sebelumnya rata-rata konsumsi rumah tangga untuk telekomunikasi desa di provinsi ini tercatat 254,89 ribu .
Selanjutnya, rata-rata konsumsi rumah tangga untuk telekomunikasi desa di Riau naik 9,6% menjadi 224,82 ribu dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, rata-rata konsumsi rumah tangga untuk telekomunikasi desa di Kalimantan Tengah naik 2,73% menjadi 221,96 ribu dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dan rata-rata konsumsi rumah tangga untuk telekomunikasi desa di Maluku Utara naik 27,72% menjadi 220,72 ribu dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kab. Barito Utara | 2024)
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi dengan rata-rata konsumsi rumah tangga untuk telekomunikasi desa jumlah tertinggi:
- Papua Barat 286,83 ribu
- Kalimantan Timur 274,44 ribu
- Riau 224,82 ribu
- Kalimantan Tengah 221,96 ribu
- Maluku Utara 220,72 ribu
- Kep. Bangka Belitung 213,29 ribu
- Kep. Riau 202,28 ribu
- Jambi 199,17 ribu
- Maluku 188,93 ribu
- Kalimantan Selatan 179,46 ribu