Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan angka partisipasi kasar di Kalimantan Selatan pada 2025 tercatat 3,3% menjadi 93,2%. Sejak 2003, angka partisipasi kasar (apk) smp/mts/paket b menurut provinsi di Kalimantan Selatan menunjukkan tren kenaikan dari sisi jumlah
Sebelumnya menurut rekam jejak 12 tahun terakhir, rekor pertumbuhan tertinggi di Kalimantan Selatan pernah terjadi pada 2011 dengan pertumbuhan sebesar 16,7%. Dengan catatan pertumbuhan ini, terlihat bahwa posisi angka partisipasi kasar terus menguat dalam enam tahun terakhir
(Baca: Persentase Pengangguran 2024 di Kabupaten Tasikmalaya 3,74%)
Daftar 10 Terbesar:
Badan Pusat Statistik (BPS) menghimpun data angka partisipasi kasar di seluruh provinsi Indonesia. Dari hasil pendataan, berikut ini adalah 10 provinsi yang paling banyak mendapatkan poin angka partisipasi kasar di tanah air.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kalimantan Selatan 2015 - 2024)
Papua berada di urutan pertama. Di provinsi ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah angka partisipasi kasar sebanyak 102.68%. Perkembangan data tahunan di wilayah ini naik 2,46% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menyusul di urutan berikutnya adalah DKI Jakarta. Jumlah angka partisipasi kasar di provinsi ini dilaporkan 98,76%. Sedangkan untuk statistik tahunan jumlah angka partisipasi kasar terlihat naik 0,13% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 98,63%.
Berikutnya, angka partisipasi kasar di Jawa Barat naik 1,67% menjadi 97,2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, DI Yogyakarta dengan angka partisipasi kasar 96,77% (turun 1,69%) dan angka partisipasi kasar di Aceh naik 1,93% menjadi 96,12% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi yang mencatatkan angka partisipasi kasar dengan jumlah tertinggi:
- Papua 102.68 %
- DKI Jakarta 98,76 %
- Jawa Barat 97,2 %
- DI Yogyakarta 96,77 %
- Aceh 96,12 %
- Bali 95,94 %
- Kep. Riau 95,78 %
- Kalimantan Utara 95,59 %
- Papua Barat Daya 95,56 %
- Sumatera Barat 94,87 %