Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Bekasi, pada 2024 mencapai Rp421,32 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 5,17% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp393,82 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 3,62%.
(Baca: Nilai Investasi PMD Sektor Industri Mineral Non Logam Periode 2013-2023)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 3,29 juta jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp128,69 juta/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 56.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor industri pengolahan menjadi unggulan.
Di urutan pertama yakni sektor industri pengolahan. Pada 2024 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp324,23 jutajuta. Nominal ini tumbuh 4,93%.
Kemudian sektor konstruksi tumbuh 8,14% menjadi Rp25,86 jutajuta, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan PDRB Rp23,79 jutajuta (2,37%).
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Bombana Menurut Sektor pada 2024)
Selain itu, sektor lainnya yang memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah informasi dan komunikasi dengan PDRB Rp5,81 jutajuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Bekasi pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Bekasi ini adalah sektor industri pengolahan dengan kontribusi mencapai 78,25%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor konstruksi, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor informasi dan komunikasi, dan sektor transportasi dan pergudangan.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,Sektor Pertambangan dan Penggalian,Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial,Sektor Jasa Perusahaan dan Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang.