Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Sorong Selatan, pada 2024 mencapai Rp2,34 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 3% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp2,25 juta .
Meskipun demikian menurut data historisnya, dibandingkan dengan masa setelah pandemi covid, pertumbuhan di wilayah ini terlihat tidak lebih baik karena mencatatkan pertumbuhan yang lebih rendah.
(Baca: Harga Bawang Merah di Pasar Modern Periode Maret 2025-2026)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 55.904 jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp41.552 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 317.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Untuk urutan pertama adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan. Pada 2024 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp553,14 ribujuta. PDRB ini pertumbuhan negatif -1,53%.
Selanjutnya sektor kedua untuk PDRB terbesar di Kabupaten Sorong Selatan ini adalah sektor konstruksi pertumbuhan negatif -4,24% menjadi Rp538,05 ribujuta, PDRB sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib yang kali ini tumbuh 6,9% menjadi Rp497,15 ribujuta.
(Baca: Harga Minyak Goreng Curah di Pasar Tradisional Periode Maret 2025-2026)
Terakhir, PDRB di Kabupaten Sorong Selatan, untuk urutan lima besar adalah jasa pendidikan dengan nilai Rp108,16 ribujuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 1,52% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp105,15 ribujuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Sorong Selatan pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Sorong Selatan ini adalah sektor konstruksi dengan kontribusi mencapai 24,05%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, dan sektor jasa pendidikan.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,Sektor Jasa Lainnya,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang dan Sektor Jasa Perusahaan.