Pengeluaran Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah di Kota Bandar Lampung Bulan Juni Naik 0,21%
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Pengeluaran perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah di Kota Bandar Lampung pada Juni lalu sebesar 0,21%. Angka ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 0,81%. Di antara sembilan kelompok inflasi yang diukur di daerah ini, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah menyumbang 0,21% inflasi di Kota Bandar Lampung.
(Baca: Pengeluaran Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah di Indonesia Bulan Juni Naik 0,03%)
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen (IHK) perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah di Kota Bandar Lampung berada di level 107,33 pada Juni 2026, lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 107,11.
Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, inflasi perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah telah mencapai 2,09% (year on year/yoy). Sementara jika dibandingkan dengan posisi awal tahun, pengeluaran di Kota Bandar Lampung telah mengalami pertumbuhan 1,52% (year to date/ytd).
Hasil survei BPS, data per Juni 2026, 11 kelompok inflasi ini berada di urutan keempat di bandingkan sub kelompok lainnya.
(Baca: Pengeluaran Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah di Purwokerto Bulan Juni Naik 0,45%)
Berikut ini inflasi subkelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah yang di ukur BPS per Juni di Kota Bandar Lampung :
- Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah 0,21 %
- Kelompok pemeliharaan, perbaikan dan keamanan 1,28 %
Dibandingkan dengan 144 kabupaten/kota lain, inflasi perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tertinggi terjadi di Indonesia sebesar 0,12% dengan IHK sebesar 105,06 dan terendah terjadi di Kabupaten Gunung Kidul sebesar 0,23% dengan IHK sebesar 102,5. Sementara untuk Kota Bandar Lampung ini menempati urutan 58.
Inflasi (umum) bulan Mei 2026 di tingkat nasional sebesar 0,28% naik dari bulan sebelumnya (month to month/m-to-m). Jika dibandingkan dengan posisi awal tahun, inflasi umum nasional telah mencapai 1,95% (ytd) dan jika dibandingkan dengan posisi Juni 2025, telah terjadi inflasi sebesar 3,34% (yoy).
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jun) | 3,34% | +0.26 | |
| Inflasi mom (Jun) | 0,44% | +0.16 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 18.059 | -0.09 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Ekspor Migas (Mei) | 758,10 | -34.38 | |
| Neraca perdagangan (Mei) | -1,61 | -1,907.18 | |
| Impor Migas (Mei) | 4,51 | -1.82 | |
| Ekspor (Mei) | 23,20 | -8.30 | |
| Impor (Mei) | 24,81 | -1.59 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jun) | 114,65 | +0.76 |