Harga Makanan, Minuman dan Tembakau di Kota Pematang Siantar Naik 1,95%
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Harga-harga komponen penyumbang inflasi makanan, minuman dan tembakau di Kota Pematang Siantar pada Mei kemarin mencapai 1,95%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 0,5%. Di antara 10 kelompok inflasi yang diukur di daerah ini, kelompok makanan, minuman dan tembakau menyumbang 1,95% inflasi di Kota Pematang Siantar.
(Baca: Bulan Mei, Inflasi Penyediaan Makanan dan Minuman / Restoran di Kabupaten Mukomuko Mencapai 0,08%)
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen (IHK) makanan, minuman dan tembakau di Kota Pematang Siantar berada di level 120,74 pada Mei 2026, lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 118,43.
Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, inflasi makanan, minuman dan tembakau telah mencapai 7,71% (year on year/yoy). Sementara jika dibandingkan dengan posisi awal tahun, harga-harga komponen penyumbang inflasi di Kota Pematang Siantar telah mengalami pertumbuhan 3,18% (year to date/ytd).
Subkelompok inflasi ini mengalami peningkatan tertinggi di urutan kedua dibanding sub kelompok penyumbang inflasi lainnya.
(Baca: Pengeluaran Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah di Kabupaten Merauke Bulan Mei Naik 0,04%)
Berikut ini inflasi subkelompok makanan, minuman dan tembakau yang di ukur BPS per Mei di Kota Pematang Siantar :
- Kelompok rokok dan tembakau 0,17%
- Kelompok minuman yang tidak beralkohol 1,19%
- Kelompok makanan 2,33%
- Kelompok makanan, minuman dan tembakau 1,95%
Dibandingkan dengan 77 kabupaten/kota lain, inflasi makanan, minuman dan tembakau tertinggi terjadi di Kota Yogyakarta turun 0,38% dengan IHK sebesar 117.47 dan terendah terjadi di Kabupaten Belitung Timur sebesar 0,06% dengan IHK sebesar 105.66. Sementara untuk Kota Pematang Siantar ini menempati urutan delapan.
Inflasi (umum) bulan Maret 2025 di tingkat nasional sebesar 1,65% naik dari bulan sebelumnya (month to month/m-to-m). Jika dibandingkan dengan posisi awal tahun, inflasi umum nasional telah mencapai 1,5% (ytd) dan jika dibandingkan dengan posisi Mei 2025, telah terjadi inflasi sebesar 3,08% (yoy).
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 18.010 | +0.37 | |
| Neraca perdagangan (Apr) | 89,10 | -97.32 | |
| Ekspor Migas (Apr) | 1,16 | -9.81 | |
| Impor Migas (Apr) | 4,60 | +45.09 | |
| Ekspor (Apr) | 25,30 | +12.32 | |
| Impor (Apr) | 25,21 | +31.28 | |
| Kunjungan Wisman (Mar) | 1,09 | -6.17 | |
| Inflasi yoy (Mei) | 3,08% | +0.66 | |
| Inflasi mom (Mei) | 0,28% | +0.15 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| Pertumbuhan ekonomi (tw) (Q1) | 5,61 | +4.08 | |
| NTP (Apr) | 112,29 | +0.43 |