Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Bengkalis, pada 2024 tercatat Rp175,71 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 0,93% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp168,64 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 0,51%.
(Baca: PDRB ADHB di Kota Jakarta Selatan Menurut Sektor pada 2024)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 671,73 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp296,91 juta/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 14.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertambangan dan penggalian menjadi unggulan.
Di urutan pertama yakni sektor pertambangan dan penggalian. Pada 2024 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp103,14 jutajuta. Nominal ini tumbuh 0,2%.
Setelahnya sektor industri pengolahan tumbuh 0,05% menjadi Rp27,22 jutajuta, kemudian PDRB sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang kali ini tumbuh 1,16% menjadi Rp20,83 jutajuta.
(Baca: PDRB ADHB di Kota Blitar Menurut Sektor pada 2024)
Selain itu, sektor lainnya yang memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah konstruksi dengan PDRB Rp6,46 jutajuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Bengkalis pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Bengkalis ini adalah sektor pertambangan dan penggalian dengan kontribusi mencapai 50,55%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor industri pengolahan, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, dan sektor konstruksi.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Lainnya,Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang dan Sektor Jasa Perusahaan.