Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kota Blitar, pada 2024 tercatat Rp9,19 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 5,33% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp8,52 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 4,28%.
(Baca: Pengeluaran Penduduk Kabupaten Gayo Lues untuk Membeli Sayur Matang Rp339 per Kapita per Minggu)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 160,54 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp59.326 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 190.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor menjadi unggulan.
Di urutan pertama yakni sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor. Pada 2024 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp2,27 jutajuta. PDRB ini tumbuh 5,08%.
Setelahnya sektor informasi dan komunikasi tumbuh 5,11% menjadi Rp964,71 ribujuta, kemudian sektor jasa keuangan dan asuransi tumbuh 4,9% menjadi Rp939,09 ribujuta.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Blora Menurut Sektor pada 2024)
Selain itu, sektor lainnya yang memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah konstruksi dengan PDRB Rp677,86 ribujuta.
Distribusi PDRB di Kota Blitar pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kota Blitar ini adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan kontribusi mencapai 24,28%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor informasi dan komunikasi, sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor industri pengolahan, dan sektor konstruksi.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas dan Sektor Pertambangan dan Penggalian.