Hasil survei Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengungkap sejumlah tantangan yang dialami pelaku bisnis di Tanah Air saat ini.
Tercatat, kebijakan dan program pemerintah menjadi tantangan utama yang dirasakan 16,7% responden pelaku usaha di Indonesia.
Hal ini menunjukkan pelaku usaha mulai merasakan dampak langsung dari berbagai penyesuaian kebijakan.
"Seperti penertiban NIB, pengetatan standar lingkungan, perubahan skema subsidi energi, serta pengetatan aturan sektor tertentu (misalnya RKAB) yang mempengaruhi operasional dan perencanaan bisnis," tulis Kadin Indonesia dalam laporan Business Pulse Kuartal I 2026.
Lalu disusul masalah birokrasi dialami 14,3% responden dan rendahnya permintaan pasar menurut 11,4% responden.
Adapun faktor eksternal yang dirasakan seperti cuaca/iklim/bencana alam, gangguan rantai pasokan, hingga perubahan teknologi.
"Kondisi ini berkaitan dengan dinamika global seperti ketidakpastian geopolitik, gangguan distribusi barang, serta percepatan digitalisasi yang mendorong pelaku usaha untuk beradaptasi lebih cepat," tulis Kadin Indonesia.
Lengkapnya, berikut sejumlah tantangan utama yang dirasakan responden pengusaha di Indonesia, menurut survei Kadin Indonesia:
- Kebijakan dan program pemerintah: 16,7%
- Birokrasi: 14,3%
- Permintaan: 11,4%
- Akses pembiayaan: 9,5%
- Ketidakpastian hukum: 9,3%
- Tenaga kerja: 7%
- Bahan baku: 5,7%
- Pembayaran: 5,5%
- Korupsi/penipuan/pemerasan: 5,5%
- Cuaca/iklim/bencana alam: 3,6%
- Ganguan rantai pasok: 3,4%
- Perubahan teknologi: 3%
- Infrastruktur dan logistik: 2,5%
- Produk/impor ilegal: 1,5%
- Pasar: 1%.
Survei ini melibatkan 210 anggota Kadin yang tersebar di 27 provinsi Indonesia, responden dipilih menggunakan metode random sampling. Pengambilan data dilakukan pada periode 17 Maret-5 April 2026 secara daring menggunakan platform WhatsApp dan online survey form.
(Baca: Sektor yang Dibidik CEO RI untuk Ekspansi dalam Tiga Tahun Mendatang)